Peserta Tour de Bintan Asal Swedia Meninggal Sebelum Event Digelar
Bintan - Spktroom : Salah seorang Warga Negara asal Swedia berinisial FCF usia 53 tahun, di duga meninggal dunia setelah melakukan uji coba lintasan Tour de Bintan 2026.
Hal itu dibenarkan Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Raden Bimo Dwi Lambang Salah seorang Warga Negera Swedia adalah salah seorang peserta event Tour de Bintan 2026, Minggu(23 Agustus 2026).
“ Ya, dari hasil pemeriksaan medis, korban di ketahui berjenis kelamin di duga meninggal dunia terkena seranan jantung dikawasan pariwisata Bintan Lagoi sebelum Tour de Bintan 2026 digelar,” jelasnya.
Kronoligis kejadian pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 14:30 WIB korban FCF bersama tiga orang temannya, kembali dari latihan (Lagoi Bay)lokasi Tour de Bintan 2026, menggunakan sepeda. Ketiganya tiba di Hotel Natra Bintan persisnya di area tepi Kolam Treasure Bay di Hotel Natra Bintan, korban pingsan.
Menurut rekannya, korban sempat tumbang, saat itu bahwa korban masih bernapas namun terbatah-bata, dan teman korban segera memberikan pertolongan pertama kepada korban, berupa mendongakkan kepala korban.
Dengan langkah cepat dari pihak hotel segera memberi bantuan pertolongan pertama, dan segera membawa korban ke Klinik Pariwisata Lagoi.
Kapolsek Bintan Utara AKP Zul Ilham melalui kanit Reskrim Iptu Wisuda Maitari menambahk pada Saat perjalanan ke klinik, pihak Hotel mengatakan bahwa Denyut Nadi Korban masih berdetak atau masih ada. Namun saat korban sampai di Klinik Pariwisata Lagoi, dan langsung dilakukan pengecekan dan proses CPR/RJP Jantung.
" Sekitar Pukul 15.15 WIB pihak Klinik Pariwisata Lagoi menyatakan Korban telah Meninggal Dunia. Selanjutnya korban diantarkan ke RSUP Tanjungpinang didampingi oleh penerima kuasa keluarga, pihak hotel, pihak klinik pariwisata Lagoi, dan Polri," ungkap Wisuda.

Lebih jauh disampaikan, korban adalah WNA berkebangsaan Swedia, terdaftar dalam Peserta Tour De Bintan Rute 150km, sesuai jadwal hari Minggu tanggal 23 Agustus 2026, mengikuti event tersebut. Dimana korban berada di Lagoi bersama-sama dengan Istri yang berkebangsaan China.
Hasil pelaksanaan Visum luar oleh pihak medis di RSUP Tanjungpinang yang dilaksanakan sekitar pukul 19.00 Wib, bagian leher kepala tampak mulai menghitam, menandakan gejala kematian yang diduga karena serangan jantung, dan tidak ada tanda kekerasan fisik.
Pihak Keluarga menolak untuk dilaksanakan Autopsi dan menerima kejadian atas kematian korban, serta meminta semua pihak membantu kepulangan Jenazah agar tidak terdapat kendala.
Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Imigrasi kelas II TPI Tanjunguban, Adi Hari Pianto, terkait adanya WN Swedia peserta Tour de Bintan, yang meninggal dunia di kawasan pariwisata Bintan Resort.
“Korban direncanakan akan mengikuti ivent pada Minggu, namun hari Sabtu (22/8/2026), dinyatakan meninggal dunia karena serangan jantung. Sementara Pihak Imigrasi juga terus memantau perkembangan terkait kejadian tersebut,” ungkapnya.
Pihak keluarga, Imigrasi Tanjunguban, serta pihak terkait lainnya masih memproses koordinasi lanjutan untuk pengurusan kepulangan jenazah ke Swedia.