Pesparawi Bukan Sekadar Lomba, tetapi Merawat Persatuan Bangsa
Manokwari-Spektroom : Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menutup penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Minggu malam (28/6/2026).
Penutupan ajang nasional yang berlangsung selama sepuluh hari tersebut menjadi penegasan bahwa Pesparawi bukan sekadar kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga wahana memperkuat persaudaraan, moderasi beragama, serta persatuan bangsa.
Menteri Agama pada penutupan tersebut menegaskan bahwa Pesparawi memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sebuah perlombaan.
Menurutnya, lantunan pujian yang dipersembahkan seluruh kontingen merupakan wujud penghayatan nilai-nilai keagamaan yang memperkokoh harmoni dalam keberagaman Indonesia.
"Selama sepuluh hari kita menyaksikan simfoni kehidupan yang indah. Kemajemukan suku, bahasa, budaya, dan latar belakang sosial berjalan beriringan. Harmoni sejati tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari perbedaan," ujar Menteri Agama.
Menag juga menegaskan bahwa tidak ada peserta yang kalah dalam Pesparawi. Seluruh kontingen yang telah mengabdikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk memuliakan Tuhan melalui pujian merupakan pemenang sejati sekaligus duta perdamaian dan persaudaraan bangsa.
Sebelumnya, Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) sekaligus Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pesparawi Nasional XIV tidak hanya sukses sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang penguatan moderasi beragama, implementasi program Ekoteologi Kementerian Agama, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan persatuan dalam keberagaman.
"Melalui gema pujian yang dikumandangkan, kita ingin mengirimkan pesan bahwa Indonesia adalah rumah yang aman bagi semua," ujarnya.
Komitmen terhadap pelestarian lingkungan juga menjadi ciri khas penyelenggaraan Pesparawi tahun ini. Seluruh kontingen diwajibkan menggunakan tumbler sebagai bagian dari implementasi program Ekoteologi Kementerian Agama.
Atas komitmen tersebut, Pesparawi Nasional XIV memperoleh penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan dengan jumlah kontingen terbanyak yang menggunakan tumbler.
Pada kesempatan tersebut diumumkan pula hasil perlombaan, di mana Kontingen Provinsi Sulawesi Utara berhasil meraih predikat Juara Umum Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya terlihat dari kualitas pelaksanaan perlombaan, tetapi juga dari kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Barat, panitia, aparat keamanan, relawan, gereja, dan seluruh kontingen dari berbagai provinsi.
Amar berharap semangat persaudaraan, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan yang terbangun selama penyelenggaraan Pesparawi dapat terus diimplementasikan di seluruh daerah, termasuk di Maluku Utara, sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat kerukunan umat beragama dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.