Petir Sambar Dua Tugboat di Sampit, Satu Tewas dan Satu Hilang

Petir Sambar Dua Tugboat di Sampit, Satu Tewas dan Satu Hilang
Kapal Tugboat yang sedang docking terbakar.(Foto:Andre RRI/istimewa)

Sampit-Spektroom : Hujan deras disertai petir memicu kebakaran hebat dua kapal tugboat yang sedang docking di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Ba’amang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu petang (28/3/2026). Insiden ini menewaskan satu pekerja, melukai satu orang, dan satu lainnya masih dalam pencarian.

Peristiwa terjadi hari Sabtu itu sekitar pukul 17.30 WIB saat cuaca di kawasan pelabuhan Sampit tidak konduktif hujan dengan beberapa kali petir. Sambaran petir diduga keras menjadi pemicu awal munculnya api dari salah satu kapal yang tengah bersandar.


Seorang warga setempat, Rustam, mengaku sempat dikejutkan suara suara petir yang sangat keras sebelum melihat asap hitam membumbung dari arah pelabuhan. Ia mengatakan, dalam hitungan menit api langsung membesar.


“Petirnya keras sekali, saya sampai kaget. Tidak lama setelah itu, saya lihat asap hitam tebal dari pelabuhan, ternyata kapal sudah terbakar,” ujarnya.

Apipun cepat merambat ke kapal tugboat lain di sampingnya. Kondisi diperparah karena salah satu kapal diketahui mengangkut puluhan ton bahan bakar minyak (BBM), sehingga kobaran api semakin besar dan sulit dikendalikan.


Di tengah situasi genting, awak kapal lain berupaya menyelamatkan armada yang tidak terdampak dengan melepaskan tali tambat dan menjauhkannya dari lokasi kebakaran.

Naas, tiga pekerja di lokasi tidak bisa menyelamatkan diri sepenuhnya. Satu orang ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar berat, seorang manajer perusahaan mengalami luka serius dan telah dilarikan ke rumah sakit. Satu pekerja lainnya dilaporkan hilang setelah melompat ke sungai.


Tim pemadam kebakaran bersama relawan harus berjibaku selama berjam-jam untuk mengendalikan api. Proses pemadaman berlangsung sulit karena besarnya volume BBM di dalam kapal.

Setelah sekitar lima jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Korban dievakuasi ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga kini berita ini ditulis, tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilang, sementara aparat berwenang terus menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada sambaran petir, tapi penyelidikan belum selesai biasanya, api besar selalu menyisakan cerita yang lebih besar. (Polin Andre)

Berita terkait

Kisah Anak Buruh Angkut yang Menjadi Gubernur, Mahyeldi Kobarkan Semangat Siswa Sekolah Rakyat Dharmasraya

Kisah Anak Buruh Angkut yang Menjadi Gubernur, Mahyeldi Kobarkan Semangat Siswa Sekolah Rakyat Dharmasraya

Dharmasraya-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membagikan kisah perjuangan hidupnya sebagai anak buruh angkut di hadapan ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya. Melalui pengalamannya, ia mengajak para siswa untuk tidak pernah merasa rendah diri dan berani menggapai cita-cita setinggi mungkin. Motivasi itu disampaikan saat menghadiri Open House dan

Riswan Idris, Rafles
Sekolah Rakyat Pertama di Sumbar Resmi Beroperasi di Dharmasraya, Tampung 390 Siswa

Sekolah Rakyat Pertama di Sumbar Resmi Beroperasi di Dharmasraya, Tampung 390 Siswa

Padang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmen mengawal Program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Komitmen itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy usai meninjau hari pertama belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Dharmasraya, Sabtu (1/8/2026). Menurutnya,

Diah Utami, Rafles
ссс