Piala Kemerdekaan Diperebutkan, Kota Batu Jadi Medan Tempur Pebiliar Jatim
Batu-Spektroom : Kota Batu akan menjadi arena persaingan pebiliar dari berbagai daerah di Jawa Timur dalam Turnamen Biliar Piala Kemerdekaan 2026 yang digelar pada 21–23 Agustus mendatang.
Kejuaraan yang diselenggarakan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Batu itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus ajang pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X.
Turnamen akan berlangsung di Omah Kafe & Billiard GStar2, Jalan Suropati Nomor 30, Kota Batu. Selama tiga hari, para pebiliar akan bersaing pada nomor 9 Ball Handicap (HC) 4 dan 5 dengan sistem gugur (single elimination).
Ketua POBSI Kota Batu yang juga Ketua Panitia Pelaksana, Gaib Sampurno, mengatakan kejuaraan ini dirancang tidak sekadar memperebutkan Piala Kemerdekaan, tetapi juga menjadi wadah regenerasi atlet biliar di Jawa Timur.
"Momentum Hari Kemerdekaan kami maknai sebagai semangat untuk melahirkan atlet-atlet baru. Turnamen ini bukan hanya mengejar juara, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan menuju Porprov Jawa Timur," kata Gaib, Sabtu (1/8/2026).
Turnamen dibagi dalam dua kategori, yakni Pemula dan Pratama. Kategori Pemula diperuntukkan bagi pemain yang baru pertama kali mengikuti turnamen, sedangkan kategori Pratama diikuti atlet yang telah memiliki pengalaman maupun prestasi pada berbagai kejuaraan.
Menurut Gaib, hingga awal Agustus sedikitnya 28 peserta telah mendaftarkan diri. Mereka berasal dari Malang Raya, Kediri, Blitar, Madiun, Tuban, Pacitan, serta sejumlah daerah lain di Jawa Timur.
Jumlah peserta diperkirakan masih akan karena bertambah hingga penutupan pendaftaran.Panitia menetapkan biaya pendaftaran sebesar Rp30 ribu per peserta. Khusus atlet yang pernah tampil pada Porprov Jawa Timur, biaya penyisihan mendapat potongan 50 persen sehingga hanya dikenakan Rp15 ribu.
Selain memperebutkan Piala Kemerdekaan, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp5,5 juta. Juara pertama akan membawa pulang hadiah Rp2,5 juta, trofi, piagam penghargaan, dan jersey juara. Babak final dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026.
Gaib berharap kejuaraan tersebut mampu menjadi kalender rutin POBSI Kota Batu. Menurut dia, semakin banyak kompetisi digelar, semakin besar peluang munculnya atlet-atlet muda yang siap bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
"Olahraga berkembang karena kompetisi yang berkelanjutan. Kami ingin Kota Batu menjadi salah satu pusat pembinaan biliar di Jawa Timur sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama daerah di tingkat yang lebih tinggi," ujarnya.