PKK Maluku Serukan Toleransi Jangan Biarkan Fitnah Merusak Persatuan
Ambon - Spektroom: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Maluku tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Maya Lewerissa, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi yang digelar di Kantor TP-PKK Provinsi Maluku, Rabu (16/9/2026).
Maya menegaskan keteladanan Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Maulid Nabi kehilangan makna apabila hanya berhenti pada seremoni tanpa perubahan sikap dan perilaku di tengah masyarakat.
Ia mengajak warga Maluku membangun kehidupan sosial dengan mengedepankan kasih sayang, keadilan, saling menghormati, serta menjaga tutur kata agar tidak melukai dan memecah hubungan antarsesama.
“Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru dari keberagaman itu kita belajar untuk saling menghargai dan melengkapi,” pesan Maya. Nilai-nilai tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kearifan lokal Maluku, khususnya pela gandong, yang mengajarkan persaudaraan, kepedulian dan semangat hidup bersama.
Maya juga menekankan menjaga toleransi tidak cukup hanya dilakukan di ruang publik. Nilai tersebut harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal sopan santun, kepedulian, persaudaraan dan ajaran agama.
Dalam konteks itu, kaum perempuan dan organisasi PKK dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus membentuk karakter generasi muda. Masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh fitnah maupun informasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan.
Semangat Maulid Nabi menjadi energi bersama untuk menjaga kedamaian, mempererat hubungan antar warga dan merawat Maluku sebagai rumah bersama yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama, suku, budaya dan tradisi yang beragam. (EM)