PLN Ombilin Gelontorkan Rp57 Juta, Sekolah di Sawahlunto Makin Layak dan Ramah Lingkungan
Sawahlunto-Spektroom : Dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan kembali ditunjukkan oleh PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Ombilin.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan tersebut menyalurkan bantuan renovasi atap untuk SD Negeri 19 Sijantang Koto senilai Rp57.220.000.
Bantuan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang juga menyasar sekolah tersebut, yakni pemanfaatan limbah pembakaran batu bara berupa Fly Ash and Bottom Ash (FABA) sebagai material paving block untuk peningkatan fasilitas lapangan sekolah.
Manajer PLN IP UBP Ombilin, Andi Setiawan, menegaskan bahwa program TJSL yang dijalankan tidak sekadar berfokus pada bantuan fisik, melainkan juga keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berupaya menghadirkan program yang berdampak jangka panjang. Pemanfaatan FABA untuk fasilitas sekolah merupakan salah satu inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan. Sementara renovasi atap ini kami harapkan dapat menunjang kenyamanan belajar siswa,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Sawahlunto, Asril, menilai peran dunia usaha sangat krusial dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
“Pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari PLN Ombilin ini sangat membantu, terutama dalam memperbaiki infrastruktur sekolah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh siswa,” katanya.
Pihak sekolah pun mengakui dampak signifikan dari program tersebut. Kepala SD Negeri 19 Sijantang Koto, Yulia Kurnia Dewi, menyampaikan bahwa perubahan fasilitas sekolah semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami telah merasakan manfaat dari bantuan sebelumnya berupa paving block FABA untuk lapangan sekolah. Kini dengan adanya renovasi atap senilai Rp57.220.000, kondisi ruang belajar menjadi jauh lebih baik dan aman,” ungkapnya.
Langkah PLN Ombilin ini dinilai sebagai bentuk konkret kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih layak, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. (Ris1)