PLN UIT JBM Serahkan Bantuan TJSL, Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Banyuwangi

PLN UIT JBM Serahkan Bantuan TJSL, Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Banyuwangi
Foto Bersama usai penyerahan bantuan untuk Program Piloting Produksi Refuse Derived Fuel (RDF) Biomassa di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi. (foto: Diskominfo jatim)

Banyuwangi-Spektroom : PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menyerahkan bantuan untuk Program Piloting Produksi Refuse Derived Fuel (RDF) Biomassa di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi. Bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Probolinggo, Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM, Andri Oktavian, kepada Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji.

Penyerahan bantuan itu untuk mendukung pelestarian lingkungan dan percepatan transisi energi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Disaksikan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi dan Kepala Desa Olehsari, sebagai bentuk sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Program RDF Biomassa merupakan inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif bernilai ekonomi. Melalui proses pengolahan tertentu, limbah diubah menjadi RDF yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar substitusi batu bara di pembangkit listrik maupun berbagai sektor industri, seperti industri semen dan pabrik gula. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), program ini juga mendukung pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026) mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung agenda transisi energi nasional menuju Green Energy serta mempercepat pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). "RDF Biomassa menjadi salah satu solusi yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan sampah yang lebih efektif dan penyediaan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Program ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mempercepat realisasi Green Energy secara nasional," ujar Ika.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan, Bibit Suwiji, mengapresiasi dukungan PLN UIT JBM melalui program TJSL tersebut. Menurutnya, bantuan itu akan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

"Berkat bantuan ini, kami mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. Dengan kapasitas mesin mencapai 10 ton, kami berharap ke depan semakin banyak wilayah yang bergabung, seperti Kecamatan Glagah, Banyuwangi, dan Licin, sehingga kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara optimal. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru," kata Bibit.

PLN UIT JBM menargetkan hasil produksi RDF Biomassa dari Desa Olehsari memenuhi standar kualitas sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pembangkit listrik maupun sektor industri. Inisiatif ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Ika menambahkan, PLN memiliki harapan agar RDF Biomassa yang diproduksi di Desa Olehsari nantinya dapat dimanfaatkan oleh PLTU Paiton sebagai bahan bakar substitusi batu bara. "Kami memiliki cita-cita agar RDF Biomassa yang diproduksi di Desa Olehsari nantinya dapat dimanfaatkan oleh PLTU Paiton sebagai bahan bakar substitusi batu bara. Ini merupakan wujud kontribusi nyata PLN UIT JBM dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus pencapaian target pengurangan emisi karbon di Indonesia," pungkasnya. (*)

Berita terkait

Walikota Respati Dorong Pendidikan Tertib Lalu Lintas, Life Skill dan Kemanusiaan Masuk Sekolah

Walikota Respati Dorong Pendidikan Tertib Lalu Lintas, Life Skill dan Kemanusiaan Masuk Sekolah

Surakarta – Spektroom: Pendidikan anak tidak cukup hanya mengejar nilai akademik. Kemampuan tertib di jalan, mengurus kebutuhan diri sendiri hingga peduli kepada orang lain juga perlu ditanamkan sejak bangku sekolah. Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Surakarta yang mendorong materi pendidikan tertib berlalu lintas, life skill atau kecakapan hidup, serta pendidikan

Ciptati Handayani, Anggoro AP