Polda Kalbar Bekali Siswa Baru Tangkal Hoaks, Literasi Digital Jadi Tameng Generasi Muda
Pontianak- Spektroom : Polda Kalimantan Barat mengingatkan pentingnya literasi digital bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi yang membanjiri media sosial.
Melalui edukasi kepada ratusan siswa baru SMKN 5 Pontianak dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (22/7/2026), para pelajar dibekali kemampuan menyaring informasi dan memahami etika bermedia sosial.
Kegiatan yang digelar melalui Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidhumas Polda Kalbar tersebut mengangkat materi keterbukaan informasi publik sekaligus pemanfaatan media sosial secara bertanggung jawab.
Pembekalan dinilai penting karena pelajar merupakan kelompok pengguna internet dan media sosial yang paling aktif.
Plt. Kasubbid PID Bidhumas Polda Kalbar, AKP Suyadi, menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan hak setiap warga negara, termasuk kalangan pelajar.
Menurutnya, akses terhadap informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kritis dan demokratis.
"Pelajar harus memahami bahwa informasi yang mereka terima maupun bagikan harus berasal dari sumber yang jelas dan terpercaya. Kemampuan memverifikasi informasi menjadi sangat penting di era digital saat ini," ujar Suyadi.
Dalam sesi diskusi, seorang siswa bernama Rahadi mengajukan pertanyaan mengenai cara menyaring informasi di media sosial yang berpotensi membahayakan. Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk bagi pemateri untuk menjelaskan pentingnya berpikir kritis sebelum mempercayai maupun membagikan suatu informasi.
Selain membahas keterbukaan informasi publik, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai berbagai ancaman di ruang digital, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber, hingga penyalahgunaan media sosial yang dapat berdampak terhadap kehidupan pribadi maupun masa depan penggunanya.
Polda Kalbar menekankan bahwa media sosial bukan sekadar sarana komunikasi, tetapi juga ruang publik yang menuntut tanggung jawab setiap penggunanya. Karena itu, generasi muda diimbau tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi serta menghindari penyebaran konten yang dapat menyesatkan masyarakat.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono mengatakan edukasi kepada pelajar merupakan bagian dari upaya membangun budaya digital yang sehat, aman, dan produktif.
"Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Jadilah generasi yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial," tegas Bambang.
Ia menambahkan, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang untuk belajar, berkarya, dan menyebarkan inspirasi positif. Dengan bekal literasi digital yang baik, para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang turut menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan kondusif.
Melalui pembekalan sejak masa MPLS, Polda Kalbar berharap siswa baru tidak hanya siap memasuki lingkungan sekolah, tetapi juga mampu menjadi pengguna internet yang bijak, melek informasi, serta bertanggung jawab menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.