Polda Kalbar Briefing 32 Jurnalis Jelang AVC, Media Asing Ikut Bahas SOP Peliputan
Pontianak-Spektroom : Menjelang bergulirnya ajang internasional AVC (Asian Volleyball Championship) di Kota Pontianak, Bidang Humas Polda Kalimantan Barat menggelar briefing standar operasional prosedur (SOP) peliputan bagi awak media di salah satu warung kopi di Jalan Sutoyo, Pontianak, Rabu (13/05/2026).
Sebanyak 32 jurnalis dari berbagai platform media mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari wartawan televisi, radio, media cetak, media online, hingga pengelola media sosial.
Menariknya, delapan di antaranya merupakan jurnalis asing yang akan turut meliput jalannya kejuaraan voli tingkat Asia tersebut.
Meski berlangsung dalam suasana santai khas diskusi di warung kopi, briefing berjalan serius dan penuh perhatian.
Aparat kepolisian bersama insan pers membahas secara detail aturan peliputan yang harus dipatuhi selama penyelenggaraan AVC berlangsung.
Dalam pemaparannya, pihak Bidhumas Polda Kalbar menjelaskan sejumlah ketentuan penting mulai dari akses masuk area pertandingan, pembagian zona peliputan, penggunaan kartu identitas atau ID card resmi, hingga aturan pembatasan di area tertentu demi menjaga keamanan dan kelancaran event internasional tersebut.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengatakan briefing ini dilakukan untuk menyamakan persepsi antara aparat keamanan dan awak media agar proses peliputan berjalan tertib dan profesional.
“Melalui briefing ini, kami ingin memastikan rekan-rekan media memahami SOP peliputan yang telah ditetapkan. Hal ini penting agar seluruh proses peliputan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu jalannya pertandingan maupun aspek keamanan,” ujar Bambang.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus membangun citra positif daerah selama event internasional berlangsung.
Ia juga berharap seluruh jurnalis dapat menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dengan tetap menjunjung etika peliputan serta mematuhi aturan yang berlaku di lokasi pertandingan.
“Kami berharap rekan-rekan media dapat menjalankan tugas secara profesional, menjaga etika jurnalistik, serta ikut menciptakan situasi yang kondusif selama event AVC berlangsung,” tambahnya.
Briefing yang digelar di warung kopi tersebut dinilai menjadi cara efektif membangun komunikasi yang lebih cair antara aparat kepolisian dan insan pers.
Selain membahas teknis peliputan, kegiatan itu juga menjadi ruang koordinasi awal guna meminimalisasi potensi kendala di lapangan selama pertandingan berlangsung.
Dengan adanya briefing ini, Polda Kalbar berharap seluruh media memiliki pemahaman yang sama terkait SOP peliputan sehingga pelaksanaan AVC di Pontianak dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses serta mampu memperkuat citra positif Kalimantan Barat di mata nasional maupun internasional.