Polda Maluku dan Pemprov Luncurkan Program “Polisi Mengajar”, Fokus Bentuk Generasi Anti Narkoba dan Kekerasan

Polda Maluku dan Pemprov Luncurkan Program “Polisi Mengajar”, Fokus Bentuk Generasi Anti Narkoba dan Kekerasan
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto memperlihatkan naskah Mou kerjasama Polisi Mengajar yang baru saja ditandatangani. (Foto: Hms Polda Maluku)

Ambon-Spektroom : Polda Maluku bersama Pemerintah Provinsi Maluku resmi meluncurkan program "Polisi Mengajar" yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Tribun Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Senin (4/5/2026).

Program tersebut menjadi langkah kolaboratif antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam membangun karakter generasi muda sekaligus mencegah berbagai ancaman sosial di lingkungan sekolah, seperti narkoba, tawuran, hingga paham radikal.

Peluncuran program dihadiri langsung Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto dan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD Pemprov Maluku, pejabat utama Polda Maluku, serta para Kapolres jajaran yang mengikuti secara virtual.

Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa program Polisi Mengajar bukan sekadar menghadirkan polisi di ruang kelas, tetapi menjadi upaya membangun kedekatan emosional antara aparat dan para pelajar.

“Polisi tidak boleh hadir hanya ketika ada masalah. Polisi harus hadir lebih awal untuk mencegah, membina, dan mendidik generasi muda agar tidak terpengaruh narkoba, tawuran, maupun paham radikal,” kata Kapolda.

Menurutnya, anak-anak Maluku merupakan aset masa depan bangsa yang harus dijaga bersama melalui pendidikan karakter dan penguatan lingkungan sekolah yang aman serta positif.

Kapolda menjelaskan, program tersebut akan melibatkan personel terbaik dari Direktorat Lalu Lintas, Binmas, Reserse Kriminal, Direktorat Narkoba, hingga Polwan yang telah disiapkan untuk memberikan edukasi sesuai kebutuhan sekolah.

Materi pembelajaran nantinya akan disesuaikan dengan kurikulum pendidikan dan kondisi masing-masing sekolah di wilayah Maluku.

“Program ini bukan sekadar polisi masuk sekolah untuk berceramah, tetapi membangun ikatan hati bahwa polisi adalah sahabat, kakak, sekaligus tempat siswa menyampaikan persoalan mereka,” ujarnya.

Kapolda juga meminta para pelajar agar tidak ragu melaporkan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan sekolah, termasuk penyalahgunaan narkoba, kekerasan, maupun pengaruh radikalisme.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Maluku yang dinilai menjadi terobosan penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Saya bangga dengan kerja sama ini. Program Polisi Mengajar menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi muda Maluku yang cerdas, berkarakter, dan tangguh menghadapi tantangan zaman,” kata Gubernur.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dapat terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif bagi perkembangan generasi muda.

Penandatanganan MoU dan peluncuran program berlangsung lancar serta diikuti dialog virtual bersama para Kapolres dan jajaran Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Maluku.

Program Polisi Mengajar diharapkan menjadi model kolaborasi pendidikan dan keamanan dalam membangun generasi muda yang unggul, disiplin, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Berita terkait

Duka KKN UNUKASE: Tiga Mahasiswa Gugur dalam Pengabdian, Kampus Gelar Doa Bersama dan Hentikan Sementara KKN

Duka KKN UNUKASE: Tiga Mahasiswa Gugur dalam Pengabdian, Kampus Gelar Doa Bersama dan Hentikan Sementara KKN

Banjar-Spektroom : Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) setelah tiga mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat menjalankan pengabdian di Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Sebagai penghormatan terakhir, civitas akademika UNUKASE menggelar tahlilan dan doa bersama di Masjid

Junaidi, Buang Supeno
Verifikasi Tuntas, SMK Presiden Morotai Boarding School Selangkah Lagi Kantongi Izin Operasional

Verifikasi Tuntas, SMK Presiden Morotai Boarding School Selangkah Lagi Kantongi Izin Operasional

Morotai–Spektroom : SMK Presiden Morotai Boarding School semakin dekat mengantongi izin operasional setelah menjalani verifikasi faktual oleh Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara. Proses tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi berbasis asrama sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Tim

Nanang Adrany, Buang Supeno
Merah Putih di Dada, Karateka Shindoka Maluku Utara Siap Ukir Prestasi di Kejurnas 2026

Merah Putih di Dada, Karateka Shindoka Maluku Utara Siap Ukir Prestasi di Kejurnas 2026

Ternate-Spektroom : Semangat juang dan tekad mengharumkan nama daerah mengiringi keberangkatan Tim Shindoka Maluku Utara menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Shindoka 2026. Setelah dilepas Sekretaris Umum KONI Maluku Utara, Mansur Sangaji, kontingen tiba di Jakarta, Selasa (4/8/2026), menggunakan pesawat Garuda Indonesia untuk mengikuti kejuaraan yang akan berlangsung pada 6–

Nanang Adrany, Buang Supeno
Tiga Pramuka Terbaik Banten Emban Tugas Bergengsi di Jambore Nasional 2026, Siap Harumkan Nama Daerah

Tiga Pramuka Terbaik Banten Emban Tugas Bergengsi di Jambore Nasional 2026, Siap Harumkan Nama Daerah

Banten-Spektrooom: Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Banten secara resmi melepas tiga anggota Pramuka terbaik yang terpilih sebagai petugas upacara pada Jambore Nasional 2026 yang akan digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur mulai 13 Agustus 2026. Pelepasan dilakukan langsung oleh Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Banten, Prof. Suwaib Amiruddin,

Asmari, Buang Supeno
ссс