Polres Bengkayang Lepas 7 Truk Bibit Jagung, untuk disebar ke 14 Kecamatan
Bengkayang-Spektroom : Deru mesin tujuh truk memecah pagi di halaman Polres Bengkayang, Kalimantan Barat, Rabu (19/08/2026).
Bukan pasukan yang diberangkatkan, melainkan ribuan kilogram bibit jagung yang akan menyebar ke 14 kecamatan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Langkah ini menjadi bagian dari Program Ketahanan Pangan Presisi yang dijalankan Polri untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Sebanyak tujuh truk bermuatan bibit jagung hibrida R212 secara resmi dilepas menuju berbagai wilayah sentra pertanian di Kabupaten Bengkayang.
Bibit yang berasal dari pemerintah tersebut dikemas dalam satuan satu kilogram dan akan didistribusikan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang kepada kelompok-kelompok tani.
Targetnya tidak main-main. Pemerintah menargetkan perluasan lahan tanam jagung hingga mencapai 40.000 hektare.
Di tengah tantangan perubahan iklim, ancaman krisis pangan global, serta kebutuhan peningkatan produksi pertanian nasional, jagung menjadi salah satu komoditas strategis yang terus didorong pemerintah.
Selain menjadi bahan baku pakan ternak, jagung juga berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan ekonomi masyarakat pedesaan.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awan mengatakan penyaluran bibit tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.
Menurutnya, seluruh bantuan bibit akan disalurkan langsung kepada kelompok tani agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperluas areal tanam jagung di Bengkayang.
“Penyaluran ini khusus ditujukan kepada kelompok tani guna memperluas dan meningkatkan produktivitas areal pertanian jagung di wilayah Bengkayang,” ujarnya.
Kabupaten Bengkayang sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian yang cukup besar di Kalimantan Barat.
Hamparan lahan yang luas serta dukungan masyarakat petani menjadikan daerah ini sebagai salah satu penyangga produksi pangan di kawasan perbatasan.
Pelepasan tujuh truk bibit jagung tersebut juga memperlihatkan semakin luasnya peran institusi kepolisian dalam mendukung pembangunan di luar tugas-tugas keamanan dan penegakan hukum.
Melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah daerah dan petani, Polri kini turut mengambil bagian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.
Ketika truk-truk itu meninggalkan halaman Polres Bengkayang, harapan pun ikut bergerak menuju pelosok-pelosok kecamatan.
Di tangan para petani, bibit-bibit tersebut diharapkan tumbuh menjadi jutaan batang jagung yang tidak hanya menghidupi keluarga petani, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia dari beranda terdepan negeri.