Trending

Polres Malra Tahan Pemicu Tawuran di Mangga Dua, Pelaku Penganiayaan Terancam 2,5 Tahun Penjara

Polres Malra Tahan Pemicu Tawuran di Mangga Dua, Pelaku Penganiayaan Terancam 2,5 Tahun Penjara
Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, S.Pt., S.I.K., saat memberikan keterangan pers. Foto: Humas Polda Maluku

Ambon-Spektroom: Polres Maluku Tenggara menetapkan seorang pria berinisial E.M. alias Risen sebagai tersangka kasus penganiayaan yang memicu keributan hingga hampir berujung tawuran di kawasan Mangga Dua. Pelaku kini telah ditahan.

Dari Rilis yang diterima Humas Polda Maluku,Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, S.Pt., S.I.K., didampingi Kasat Reskrim AKP Barry Talabessy, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIT.

“Awalnya pelaku dalam kondisi mabuk terlibat adu mulut dengan korban berinisial PLJ alias Paul. Pelaku kemudian melakukan pemukulan ke arah mata korban hingga menyebabkan luka memar,” Sabtu (21/3/2026).

Insiden itu sempat memicu kerumunan warga dan situasi tegang di lokasi kejadian. Aparat kepolisian yang sedang patroli segera turun tangan untuk membubarkan massa dan mengamankan situasi.

Tak berhenti di situ, pelaku juga diduga melakukan aksi lanjutan dengan mendatangi kawasan Mangga Dua Atas menggunakan sepeda motor sambil melakukan pengancaman, yang nyaris memicu bentrokan antar warga.

Hasil penyidikan mengungkap bahwa pelaku diduga kerap menjadi pemicu konflik di wilayah tersebut. Sebelumnya, pada 7 Maret 2026, pelaku juga diduga terlibat dalam kasus penganiayaan yang memicu aksi balas dendam hingga terjadi saling lempar batu antara warga Mangga Dua Atas dan Bawah.

“Pelaku telah kami tetapkan sebagai tersangka dan saat ini sudah dilakukan penahanan,” tegas Kapolres.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 466 ayat (1) KUHP Nasional tentang penganiayaan dan perbuatan yang membahayakan keamanan umum, dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 6 bulan penjara.

Kapolres menegaskan pihaknya akan terus konsisten menindak tegas berbagai bentuk kekerasan, terutama yang dipicu konsumsi minuman keras.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi miras dan tidak terlibat dalam aksi kekerasan. Laporkan setiap kejadian melalui Call Center 110 atau kepada Bhabinkamtibmas maupun kantor polisi terdekat,” pungkasnya.(EM)

Berita terkait

Jajar Festival 2026, Astrid Widayani Dorong Pelestarian Tradisi dan Penguatan UMKM

Jajar Festival 2026, Astrid Widayani Dorong Pelestarian Tradisi dan Penguatan UMKM

Surakarta – Spektroom: Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong masyarakat untuk terus melestarikan tradisi budaya sekaligus mengembangkan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Gelar Budaya Jajar Festival 2026 di Kelurahan Jajar, Surakarta, Minggu (1/11/2026). Mengusung tema “Ngremboko Dadyo Piguno”, festival

Ciptati Handayani, Anggoro AP
Olahraga Inklusif Terus Berkembang, Atlet NPCI Jember Buktikan Kemampuan di Kejurda Jawa Timur 2026

Olahraga Inklusif Terus Berkembang, Atlet NPCI Jember Buktikan Kemampuan di Kejurda Jawa Timur 2026

Jember - Spektroom: Semangat sportivitas dan kesetaraan dalam olahraga ditunjukkan oleh atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Jember melalui keikutsertaan dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Piala Gubernur Jawa Timur Tahun 2026. Berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa

Budi Sucahyono, Anggoro AP