Trending

Polres Maluku Tenggara Tangkap Pelaku Penganiyaan Korban di desa Sitnohoi

Polres Maluku Tenggara Tangkap Pelaku Penganiyaan Korban di desa Sitnohoi
Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi. Foto: Humas Polda Maluku.

Ambon-Spektroom: Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tenggara berhasil mengungkap kasus penganiayaan yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia di Desa Sitnohoi. Seorang tersangka berinisial I.R. telah diamankan dan kini menjalani proses hukum.

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, dalam keterangan pers pada Kamis (2/4/2026), menyampaikan bahwa kasus tersebut bermula pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIT.

“Korban berinisial S.L. alias Tuce diduga dalam kondisi mabuk mendatangi sekelompok warga. Terjadi aksi saling kejar yang berujung pada penusukan menggunakan tombak ikan oleh tersangka,” ujar Kapolres, didampingi Kasat Reskrim Iptu Barry Talabessy.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada tangan kiri dan sempat menjalani perawatan di RSUD Karel Satsuitubun. Setelah diperbolehkan rawat jalan, kondisi korban memburuk dan dinyatakan meninggal dunia pada 30 Maret 2026.

Pihak keluarga sebelumnya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Maluku Tenggara pada malam hari setelah insiden terjadi.

Berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi, penyidik menetapkan I.R. sebagai tersangka pada 25 Maret 2026 dan saat ini, tersangka telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Awalnya tersangka dijerat Pasal 466 ayat (1) dan atau ayat (2) dan atau Pasal 307 KUHP tentang penganiayaan dan sajam, namun kami masih berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian korban. Jika terbukti akibat penganiayaan, pasal akan ditingkatkan menjadi Pasal 466 ayat (3) dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya.

Kapolres menegaskan bahwa penyidik akan mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Polres Maluku Tenggara juga mengimbau masyarakat untuk menghindari tindakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengedepankan penyelesaian secara damai, baik melalui hukum positif maupun kearifan lokal seperti hukum adat Larvul Ngabal,” tegas Kapolres.

Kasus ini mencerminkan masih tingginya potensi konflik horizontal yang dipicu oleh emosi sesaat, terlebih dalam kondisi yang dipengaruhi alkohol/minuman keras. Penanganan cepat oleh aparat patut diapresiasi, namun aspek pencegahan harus menjadi prioritas ke depan.

Pendekatan hukum semata tidak cukup. Sinergi antara aparat penegak hukum, tokoh adat, dan masyarakat menjadi kunci dalam meredam potensi kekerasan, terutama di wilayah yang masih kuat dengan nilai-nilai kearifan lokal seperti Larvul Ngabal.

Kasus ini juga menegaskan pentingnya edukasi publik tentang penyelesaian konflik tanpa kekerasan, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merenggut nyawa.(EM)

Berita terkait

Perkuat Praktik Pendidikan Humanis, Maluku Utara Lahirkan Buku Kurikulum Berbasis Cinta

Perkuat Praktik Pendidikan Humanis, Maluku Utara Lahirkan Buku Kurikulum Berbasis Cinta

Ternate–Spektroom : Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah tidak hanya membutuhkan pemahaman konseptual, tetapi juga praktik nyata yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Berangkat dari semangat tersebut, para dosen IAIN Ternate dengan Kanwil Kemenag Maluku Utara berkolaborasi melahirkan buku Kurikulum Berbasis Cinta: Teori dan Praktik yang secara resmi diluncurkan

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Kemenag Ternate Gaungkan Pesan Keagamaan dan Kepedulian Sosial di Safari Subuh Keliling

Kemenag Ternate Gaungkan Pesan Keagamaan dan Kepedulian Sosial di Safari Subuh Keliling

Ternate-Spektroom : Semangat memakmurkan masjid dan mempererat silaturahmi antar instansi pemerintah mewarnai kegiatan Safari Subuh Keliling yang dilaksanakan di Masjid Adnanul Muslimin, Kelurahan Kalumpang, Kota Ternate, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Ternate, Polres Kota Ternate, Kementerian Agama Kota Ternate, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ternate,

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru