PON Beladiri II 2025 Kudus: Wushu Sumbar Masih Punya Harapan, Ghaziatul Hanifah Jadi Tumpuan

PON Beladiri II 2025 Kudus: Wushu Sumbar Masih Punya Harapan, Ghaziatul Hanifah Jadi Tumpuan
Pertandingan cabor Wushu PON Beladiri II 2025 Kudus. (Foto: Humas KONI Sumbar)

Spektroom - Cabang olahraga wushu Sumatera Barat masih menyimpan harapan untuk meraih medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II 2025 yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah.

Satu-satunya wakil Sumbar yang berhasil melaju ke babak berikutnya adalah Ghaziatul Hanifah, setelah menumbangkan Sintia Margareta dari Papua Tengah pada nomor Sanda kelas 56 kilogram putri, Jumat (24/10/2025).

Sementara itu, tiga atlet lainnya belum berhasil melangkah ke babak selanjutnya. Ovi Suryani harus mengakui keunggulan Kadek Duwik Arya Putri dari Bali di kelas 52 kilogram putri, Rozi Saputra kalah dari Urbanus Alfons Silaya asal Maluku di kelas 56 kilogram putra, dan Ikhsan Kurniawan takluk dari Febrianto asal Kalimantan Timur di kelas 48 kilogram putra.

Manajer tim wushu Sumbar, Yanrisman Barkah, menyebut pihaknya tetap optimis menghadapi laga hari kedua.

“Insya Allah kita bisa meraih medali. Satu atlet sudah lolos, dan masih ada dua atlet lagi yang akan bertanding besok," (Sabtu, 25/10/2025), ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk terus memberikan dukungan kepada para atlet yang tengah berjuang di Kudus.

“Atlet-atlet sudah menjalani persiapan panjang, baik fisik maupun mental. Kami datang ke Kudus bukan sekadar berpartisipasi, melainkan untuk membawa pulang medali,” tegasnya. (RRE/jiga)

Berita terkait

P3-TGAI 2026 Bali, Perkuat Irigasi dan Dukung Keberlanjutan Subak di 78 Lokasi

P3-TGAI 2026 Bali, Perkuat Irigasi dan Dukung Keberlanjutan Subak di 78 Lokasi

Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai melaksanakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Bali sebagai upaya memperkuat layanan irigasi pertanian, menjaga keberlanjutan sistem Subak, serta mendukung ketahanan pangan daerah. Program padat karya ini melibatkan masyarakat petani secara langsung dalam pembangunan dan pengelolaan

Nurana Diah Dhayanti