Trending

Porwaso 2026 Diikuti 309 Atlet, Astrid Widayani Ajak Warga Lestarikan Olahraga Tradisional

Porwaso 2026 Diikuti 309 Atlet, Astrid Widayani Ajak Warga Lestarikan Olahraga Tradisional
Jemparingan, salah satu cabang olahraga tradisional yang dilombakan dalam Pekan Olahraga Warga Solo (Porwaso) Kota Surakarta 2026. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Bakiak estafet, lari balok estafet, balap karung, sepeda lambat, ketapel, hingga jemparingan menjadi cabang olahraga tradisional yang dilombakan dalam Pekan Olahraga Warga Solo (Porwaso) Kota Surakarta 2026.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Kota Barat, Jumat (23/10/2026) ini, diikuti 309 atlet dan pegiat olahraga dari lima kecamatan di Kota Surakarta. Porwaso menjadi salah satu upaya melestarikan olahraga tradisional sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Dalam sambutan pembukaan Porwaso, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Olahraga Kota Surakarta serta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin tahunan.

Menurut Astrid, Porwaso tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana menumbuhkan budaya hidup sehat, mempererat persaudaraan, dan membangun semangat gotong royong antarwarga.

“Porwaso ini bukan sekadar ajang perlombaan. Kita berharap kegiatan ini menjadi sarana untuk membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan antarwarga, dan menumbuhkan budaya hidup sehat. Nilai kekompakan dan gotong royong harus terus kita jaga di Kota Surakarta,” ujar Astrid.

Ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan karena menjaga persaudaraan dan sikap saling menghormati jauh lebih penting.

“Kita bertanding dengan penuh semangat, tetapi tetap gembira dan menjunjung tinggi sportivitas. Kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Menjaga persaudaraan dan saling menghormati merupakan hal yang utama karena kita semua adalah saudara,” pesannya.

Upacara Pembukaan Pekan Olahraga Warga Solo (Porwaso) Kota Surakarta 2026. (Foto: Ciptati Handayani)

Astrid juga mengajak masyarakat membiasakan olahraga dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, kampung, kelurahan, hingga kecamatan. Ia menekankan pentingnya mengenalkan olahraga tradisional kepada generasi muda agar warisan budaya tersebut tetap dikenal, dicintai, dan dikembangkan.

Untuk memperkaya pelaksanaan Porwaso mendatang, Astrid membuka peluang bagi masyarakat mengusulkan cabang olahraga tradisional lainnya, seperti gobak sodor, kasti, dan bentengan, yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pelaksanaan Porwaso juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Surakarta mewujudkan program lima kecamatan berdaya melalui pengembangan potensi warga, penguatan partisipasi, dan kemandirian masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan minat masyarakat terhadap olahraga semakin meningkat dan olahraga tradisional tetap menjadi bagian dari kehidupan warga, sekaligus memperkuat kebersamaan serta partisipasi masyarakat di Kota Surakarta,” tandasnya.

Berita terkait

Wali Kota Eri Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir pada 2027

Wali Kota Eri Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir pada 2027

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memprioritaskan peningkatan pelayanan dasar dalam penyusunan anggaran 2027. Fokus utama diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir, dengan penekanan pada perbaikan fasilitas publik agar masyarakat memperoleh layanan yang layak dan merata. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, penentuan prioritas anggaran harus didasarkan pada

Bian Pamungkas