Pos Ukur Ulang Mandiri Hadir di Pasar Sawahlunto, Warga Bisa Cek Berat Belanjaan Gratis

Pos Ukur Ulang Mandiri Hadir di Pasar Sawahlunto, Warga Bisa Cek Berat Belanjaan Gratis
Pos Ukur Ulang Mandiri Hadir di Pasar Sawahlunto, Warga Bisa Cek Berat Belanjaan Gratis (Foto banner Disperindagkop Swl)

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) menghadirkan Pos Ukur Ulang Mandiri di Pasar Sawahlunto. Fasilitas tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memastikan kesesuaian berat barang yang dibeli dari pedagang.

Pos Ukur Ulang Mandiri berlokasi di Kantor UPTD Pasar Kota Sawahlunto dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan konsumen sekaligus mendorong terciptanya aktivitas perdagangan yang tertib, jujur, dan transparan.

Melalui fasilitas tersebut, konsumen dapat melakukan penimbangan ulang secara mandiri setelah berbelanja. Prosedurnya sederhana, yakni meletakkan barang belanjaan pada wadah timbangan standar, memperhatikan angka atau jarum penunjuk berat, kemudian membandingkan hasilnya dengan catatan atau bukti pembelian dari pedagang.

Kepala Dinas Koperindag Kota Sawahlunto, Tatang Sumarna, mengatakan fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam bertransaksi di pasar.

“Pos Ukur Ulang Mandiri kami hadirkan sebagai sarana bagi masyarakat untuk memastikan berat barang yang dibelinya. Prinsipnya, konsumen mendapatkan kepastian, pedagang menjalankan usaha secara jujur, dan transaksi di pasar berlangsung transparan, target kita keempat pasar yang ada di Sawahlunto akan terlayani dan itu akan dilakukan secara bertahap,dimulai dengan Pasar Sawahlunto." ujar Tatang kepada Spektroom.co.id , Kamis (20/8/26)

Selain menjadi sarana pengecekan, Pos Ukur Ulang Mandiri juga dilengkapi mekanisme penanganan apabila ditemukan selisih berat. Konsumen dapat melaporkan persoalan kepada pengelola pasar atau kader metrologi untuk kemudian dilakukan verifikasi dan penimbangan ulang bersama petugas, konsumen, dan pedagang.

Apabila selisih masih berada dalam batas kesalahan yang diperbolehkan atau Batas Kesalahan yang Diizinkan (BKD), hasilnya dicatat oleh kader metrologi dan dapat menjadi bahan edukasi bagi pedagang.

Namun, apabila selisih melebihi BKD dan ditemukan indikasi pelanggaran, persoalan akan diarahkan kepada petugas atau kader metrologi untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Penanganan dapat berupa pembinaan, teguran, hingga proses sesuai aturan hukum yang berlaku di bidang perdagangan dan metrologi legal.

Tatang menekankan, keberadaan fasilitas tersebut bukan semata-mata untuk mencari kesalahan pedagang, melainkan membangun ekosistem perdagangan yang saling memberikan kepastian.

“Yang ingin kita bangun adalah budaya pasar yang tertib ukur. Pedagang terlindungi karena transaksi memiliki ukuran yang jelas, sementara pembeli memperoleh ketenangan karena dapat melakukan pengecekan,” kata dia.

Untuk mendukung layanan teknis, Dinas Koperindag Kota Sawahlunto bekerja sama dengan UPTD Metrologi Legal Kabupaten Sijunjung dalam pelayanan teknis tera ulang.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau menyampaikan pengaduan dapat menghubungi layanan Pos Ukur Ulang Mandiri melalui nomor WhatsApp +62 813-7433-7090.

Program tersebut sekaligus membawa pesan bahwa perlindungan konsumen dapat dimulai dari hal sederhana: memastikan ukuran dan timbangan sesuai dengan barang yang dibayar.

Dengan akses penimbangan ulang yang mudah dan gratis, Pasar Sawahlunto diharapkan semakin mampu menghadirkan transaksi yang berkeadilan sekaligus memperkuat kepercayaan antara pedagang dan pembeli. (Ris1)

Berita terkait

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Jakarta-Spektroom : Gemuruh pertandingan di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada akhir Agustus lalu menjadi saksi perjuangan para atlet muda dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Di tengah persaingan karate yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah, lima mahasiswa UMJ tampil gemilang. Mereka bukan sekadar ikut bertanding, tetapi pulang membawa lima gelar Juara

Irvan Idris Saleh, Julianto