POSCO International Latih 60 Tim Damkar Perkebunan di Landak, Perkuat Antisipasi Karhutla
Landak-Spektroom – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap meningkat saat musim kemarau, POSCO International melalui PT Prime Agri Resources Tbk (PAR) Landak Area menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tingkat Dasar di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Besar Sibolapit, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu, Senin (29/06/2026), diikuti sebanyak 60 peserta dari enam perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Kalimantan Barat.
Pelatihan akan berlangsung selama tiga hari hingga 1 Juli 2026 dengan menghadirkan instruktur dari Daerah Operasi Manggala Agni Pontianak.
Enam perusahaan yang mengirimkan personelnya dalam pelatihan tersebut yakni PT Kusuma Mentari Makmur (KMM), PT Agro Planindo Utama (APU), PT Pertiwi Agro Sejahtera (PAS), PT Tebar Tandan Tenerah (TTT), PT Nusantara Sarana Alam (NSA), dan PT Kedurang Prakarsa Nabati (KPN).
General Manager Prime Agri Resources Landak Area, Mahmudi, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari program Global Volunteer Week POSCO International bertema Collaborative Action for Disaster Response Fire Prevention.
Menurutnya, peningkatan kapasitas personel pemadam kebakaran perkebunan menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiap siagaan menghadapi potensi karhutla yang diperkirakan meningkat saat musim kemarau.
“Tim Damkar Kebun merupakan garda terdepan perusahaan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan seluruh anggota memiliki kemampuan dasar, memahami prosedur yang benar, serta siap bergerak ketika terjadi kebakaran di area perusahaan maupun wilayah sekitarnya,” kata Mahmudi.
Ia menegaskan, perusahaan tidak hanya fokus pada aspek produksi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam mendukung upaya pencegahan bencana lingkungan bersama pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Pontianak, Taufikurohman, mengapresiasi komitmen PT PAR dalam mendukung peningkatan kompetensi tim pemadam kebakaran perkebunan.
Menurut Taufik, sinergi antara perusahaan dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menekan risiko karhutla, terutama di wilayah perkebunan yang memiliki potensi kerawanan cukup tinggi saat cuaca ekstrem.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan dan regulasi penanggulangan karhutla, teknik pencegahan, pengenalan peralatan pemadam, pengoperasian mesin pompa, hingga strategi dan taktik pemadaman.
Selain teori, peserta juga akan mengikuti simulasi lapangan yang mencakup pemadaman hutan kering, penanganan kebakaran lahan basah, pembentukan formasi regu pemadam, serta berbagai skenario tanggap darurat lainnya.
Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan personel di tingkat perusahaan sekaligus mendukung upaya pencegahan karhutla secara terpadu di Kalimantan Barat menjelang puncak musim kemarau 2026.