Potensi Silika Belitung Timur, Material Kunci Industri Kaca hingga Panel Surya

Silika

Potensi Silika Belitung Timur, Material Kunci Industri Kaca hingga Panel Surya
Geologi dan lokasi Potensi silika Bangka Belitung (BRIN)

Bandung - Spektroom : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan potensi besar silika di Belitung Timur sebagai sumber daya strategis. Potensi ini dapat mendukung program hilirisasi mineral nasional, terutama untuk pengembangan industri berbasis teknologi tinggi.

“Silika tidak lagi sekadar bahan bangunan, tetapi telah menjadi material kunci dalam transisi energi dan industri teknologi tinggi, seperti kaca, semikonduktor, dan panel surya,” ungkap Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Armin Tampubolon, dalam Siaran Pers yang diterima Spektroomm, Jumat (24/04/2026).

Pemerintah telah menetapkan silika sebagai mineral kritis sejak 2023. Dengan potensi mencapai lebih dari 2 miliar ton, silika membuka peluang besar untuk pengembangan industri berbasis teknologi di dalam negeri.

Secara geologi, wilayah Bangka Belitung, termasuk Belitung Timur, merupakan bagian dari Southeast Asian Tin Belt, yang dikenal sebagai salah satu provinsi geologi penting untuk mineral strategis. Armin mengungkapkan pembentukan timah di wilayah ini berkaitan erat dengan mineral induk yang juga mengandung silika.

Silika umumnya terdapat pada batuan granit tipe S dan metasedimen. Di Belitung Timur, geologi lokal tersusun dari Granit Tanjung Pandan, Metasedimen Kelapa Kampit, serta zona mineralisasi timah.

Dari hasil penelitian, karakteristik silika di wilayah itu menunjukkan kandungan tinggi, bahkan mencapai lebih dari 98 % pada beberapa lokasi. Namun, masih terdapat pengotor (impuritas) seperti ilmenit, zirkon, dan mineral lainnya yang perlu dipisahkan melalui proses pengolahan lanjutan.

Secara tekstur, butiran silika umumnya berbentuk subangular hingga subround dengan ukuran berkisar 50–150 mikron. Karakteristik ini menunjukkan tingkat transportasi material yang tidak terlalu jauh dari batuan induknya. Hal ini berpengaruh terhadap kualitas dan metode pengolahan yang digunakan.

Dalam proses pengolahan, BRIN bersama mitra industri terus mengembangkan metode peningkatan kadar silika melalui kombinasi separasi fisik dan proses kimia (leaching). Metode ini menggunakan beberapa jenis larutan asam seperti HCl, H₂SO₄, dan asam oksalat, baik secara simultan maupun sekuensial, untuk mengurangi kandungan pengotor.

Hasil pengolahan saat ini mampu meningkatkan kadar silika dari sekitar 90 % menjadi lebih dari 96 %. Ke depan, menargetkan dapat mencapai tingkat kemurnian di atas 99 % sebagai high purity silica.

Faktor geologi sangat memengaruhi kualitas endapan silika. Endapan di wilayah utara cenderung memiliki impuritas lebih tinggi, sementara wilayah selatan yang berada di lingkungan pesisir mengalami proses peningkatan kualitas alami (natural upgrading).

Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Armin Tampubolon optimistis pengembangan silika sebagai bahan baku strategis dapat memperkuat industri hilir nasional, sekaligus mendorong kemandirian teknologi dan energi di Indonesia. (tdd /ed:kg, tnt).

Berita terkait

Pemerintah Percepat Pemulihan Lahan Terdampak Bencana dan Antisipasi Kekeringan Melalui Gerakan Tanam Serempak 50 Ribu Hektare

Pemerintah Percepat Pemulihan Lahan Terdampak Bencana dan Antisipasi Kekeringan Melalui Gerakan Tanam Serempak 50 Ribu Hektare

Agam-Spektroom : Pemerintah mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak bencana sekaligus mengantisipasi potensi kekeringan melalui Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare yang dilaksanakan di berbagai daerah secara nasional, termasuk di Sumatera Barat (Sumbar). Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah ikut turun langsung menanam padi dalam kegiatan tanam serempak 50.000 hektare di Sumbar yang

Rafles
Bupati Rinto Wardana Siapkan Bonus Rp50 Juta Untuk Atlet Mentawai Peraih Emas Porprov Sumbar 2026

Bupati Rinto Wardana Siapkan Bonus Rp50 Juta Untuk Atlet Mentawai Peraih Emas Porprov Sumbar 2026

Mentawai-Spektroom : Komitmen besar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam mendorong prestasi olahraga kian tak terbantahkan. Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, menyiapkan bonus fantastis sebesar Rp50 juta khusus bagi atlet Mentawai yang berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Pernyataan tegas tersebut disampaikan dalam suasana santai namun

Rafles