Prioritaskan Keselamatan dari Karhutla Semeru, Pendaki Ranu Kumbolo Didampingi Turun

Tim gabungan memperkuat penanganan kebakaran dengan mengerahkan 60 personel untuk pengendalian api dan pembuatan sekat bakar di kawasan Gunung Kembang.

Prioritaskan Keselamatan dari Karhutla Semeru, Pendaki Ranu Kumbolo Didampingi Turun
Tenda-tenda yang didirikan pendaki di kawasan Ranu Kumbolo Lumajang. (Foto : Dispar Lumajang)

Lumajang-Spektroom : Tim gabungan melakukan pendampingan terhadap sekitar 170 pendaki yang masih berada di kawasan Ranu Kumbolo untuk memastikan mereka dapat turun dengan aman setelah munculnya titik api di sekitar jalur pendakian akibat kebakaran hutan dan lahan.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah menutup sementara seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi petugas melakukan penanganan kebakaran.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan salah satu titik kebakaran berada di Blok Gunung Kembang, tepat di atas kawasan Ranu Kumbolo. Kondisi medan yang curam membuat pemadaman langsung oleh personel darat tidak mudah dilakukan.

“Posisi Blok Gunung Kembang itu berada di atas Ranu Kumbolo atau sekitar satu jam perjalanan. Yang terbakar itu hutan dalam posisi kemiringan curam, pasukan darat tidak bisa melakukan pemadaman,” kata Isnugroho, Kamis (27/8/2026).

Di tengah kondisi tersebut, petugas memprioritaskan keselamatan pendaki yang masih berada di kawasan Ranu Kumbolo. Pendampingan dilakukan agar para pendaki dapat keluar dari kawasan terdampak melalui jalur yang dinilai lebih aman.

Berdasarkan informasi Posko Karhutla Resort Ranupani, rombongan terakhir telah mencapai Pos 3 dan berhasil melewati area yang terdampak api. Pemantauan dan pendampingan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh pendaki dapat keluar dari kawasan dengan selamat.

“Saat kebakaran terjadi, sekitar 170 pendaki masih berada di kawasan tersebut. Informasi terbaru dari Posko Karhutla Resort Ranupani menyebut rombongan terakhir telah mencapai Pos 3 dan berhasil melewati area yang terdampak api,” ujarnya.

Penutupan sementara jalur pendakian merupakan bagian dari langkah keselamatan, sehingga masyarakat diminta tidak memaksakan diri memasuki kawasan Gunung Semeru selama penutupan masih berlaku.

Bagi pendaki yang berada di sekitar kawasan, arahan petugas menjadi acuan utama. Pendaki juga diharapkan mengikuti jalur dan prosedur evakuasi yang ditentukan serta tidak bergerak sendiri ketika kondisi kawasan sedang dalam penanganan karhutla.

Selain mendampingi pendaki, tim gabungan memperkuat penanganan kebakaran dengan mengerahkan sekitar 60 personel untuk pengendalian api dan pembuatan sekat bakar di kawasan Gunung Kembang serta sekitar jalur pendakian.

Mobilisasi personel dilakukan dengan menyesuaikan kondisi medan. Sebagian akses menuju lokasi ditempuh dengan berjalan kaki dan menggunakan kendaraan roda dua.

Petugas juga melakukan pemantauan terhadap titik api baru yang terpantau di kawasan Bantengan Jantur. Pemantauan tersebut diperlukan agar perkembangan kondisi di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Sementara itu, upaya penanganan dari udara masih mempertimbangkan kondisi cuaca. Rencana water bombing menggunakan pesawat PK-DAP belum dapat dilaksanakan karena faktor cuaca, sehingga pesawat kemudian mendarat di Bandara Abdulrachman Saleh.

Penanganan melibatkan BPBD, Polsek, Koramil, pemangku kawasan TNBTS, serta relawan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat pengendalian karhutla sekaligus memastikan proses pemindahan pendaki berlangsung aman.

“Yang kita lakukan hari ini bersama-sama dengan pihak Polsek dan Koramil, tentu juga dengan pemangku kawasan TNBTS beserta relawan untuk membantu 170 pendaki di Ranu Kumbolo untuk turun,” pungkas Isnugroho. (Sumber: Diskominfo Lumajang)

Berita terkait

The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) Dorong Hukum dan Kearifan Lokal Hadapi Perubahan AI dan Iklim

The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) Dorong Hukum dan Kearifan Lokal Hadapi Perubahan AI dan Iklim

Purwokerto-Spektroom : Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara masyarakat bekerja dan berinteraksi, tetapi juga mulai memengaruhi cara pemerintah mengelola lingkungan dan merumuskan kebijakan. Di tengah perubahan tersebut, hukum dinilai perlu beradaptasi agar perkembangan teknologi tetap berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat, kearifan lokal, serta kebutuhan menjaga ketahanan lingkungan. Persoalan itu

Bian Pamungkas
TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yayan Ruchyansah mengikuti secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026. Rakor TPID tersebut dirangkai dengan Pembahasan Verifikasi dan Validasi Terkait KDMP Serta Penandatanganan Surat Keputusan Bersama Ruang Bersama

Anggoro AP