Program 1.000 Sarjana, Ikhtiar Pemkot Batu Membuka Jalan Mimpi Anak-anak Menuju Bangku Kuliah

Program 1.000 Sarjana, Ikhtiar Pemkot Batu Membuka Jalan Mimpi Anak-anak Menuju Bangku Kuliah
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Batu dan Universitas Kepanjen di Ruang Rupatama Balai Kota Batu. ( Foto : Buang )

Batu - Spektroom : Bagi banyak keluarga di Kota Batu, bangku kuliah masih menjadi impian yang kerap tertunda oleh keterbatasan ekonomi. Pemerintah Kota Batu berupaya memutus mata rantai itu melalui Program 1.000 Sarjana, sebuah program unggulan yang membuka lebih banyak kesempatan bagi putra-putri daerah untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Batu dan Universitas Kepanjen di Ruang Rupatama Balai Kota Batu, Selasa (28/7/2026). Kerja sama ini menjadi langkah nyata memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Walikota Batu Nurochman bersama Wakil Walikota Batu Heli Suyanto dalam sambutannya. ( Foto : Buang )

Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, Program 1.000 Sarjana lahir bukan dari kepentingan politik, melainkan dari kegelisahan melihat masih banyak anak-anak Kota Batu yang belum mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Program ini kami bangun dari kebutuhan masyarakat. Kami ingin setiap anak Kota Batu memiliki kesempatan yang sama untuk kuliah, tanpa terhalang biaya. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan daerah," ujar Nurochman.

Ia mengenang masa ketika Kota Batu menikmati kejayaan sektor pertanian apel. Saat itu, banyak warga memilih langsung bekerja karena hasil pertanian sudah mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga.

"Kondisi sekarang berbeda. Persaingan semakin ketat. Anak-anak kita harus memiliki bekal pendidikan agar mampu bersaing dan menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri," katanya.

Karena itu, Pemerintah Kota Batu berkomitmen menanggung biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi penerima beasiswa hingga lulus, dengan masa studi maksimal empat tahun. Program ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, termasuk yang diterima di Fakultas Kedokteran.

Nurochman berharap, melalui program tersebut akan lahir lebih banyak dokter, guru, tenaga kesehatan, pelaku usaha, hingga profesional muda yang berasal dari Kota Batu.

"Kami ingin anak-anak Batu suatu hari nanti kembali mengabdi di kota ini. Mereka bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang dan membawa perubahan," tuturnya.

Rektor Universitas Kepanjen, Dr. Tri Nurhudi Sasano, S.Kep., Ns., M.Kep. dalam sambutannya. ( Foto: Buang )

Rektor Universitas Kepanjen, Dr. Tri Nurhudi Sasano, S.Kep., Ns., M.Kep., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pendidikan yang lebih dekat dan lebih mudah dijangkau masyarakat.

"Banyak lulusan SMA dan SMK sebenarnya ingin kuliah. Namun mereka terbentur persoalan biaya dan kebutuhan untuk segera bekerja. Karena itu kami menyiapkan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel agar keduanya dapat berjalan bersama," ujarnya.

Universitas Kepanjen menawarkan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, seperti kuliah hybrid, kuliah sambil bekerja, hingga program magang internasional di Jepang dan Taiwan. Melalui skema tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga pengalaman kerja dan penghasilan untuk membantu membiayai pendidikan.

"Kami berharap tidak ada lagi anak yang mengubur cita-citanya hanya karena alasan ekonomi," kata Tri.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Mohammad Nur Adhim, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan implementasi Peraturan Wali Kota Batu Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pedoman Pemberian Beasiswa Pendidikan bagi Warga Kota Batu.

Program ini mencakup pendataan calon penerima, seleksi, penetapan penerima beasiswa, penyelenggaraan pendidikan, hingga monitoring dan evaluasi secara berkala selama lima tahun.

Nur Adhim berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi mampu melahirkan generasi muda Kota Batu yang unggul, berkarakter, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

Program 1.000 Sarjana menjadi salah satu wujud kehadiran pemerintah di bidang pendidikan. Lebih dari sekadar memberikan bantuan biaya kuliah, program ini membawa harapan baru bagi keluarga-keluarga di Kota Batu bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Sebab, ketika satu anak berhasil menjadi sarjana, yang terangkat bukan hanya masa depannya, melainkan juga harapan keluarganya dan masa depan Kota Batu.

Berita terkait

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp136 Juta untuk 211 Warga Rentan di Sawahlunto

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp136 juta kepada kelompok masyarakat rentan di Kota Sawahlunto. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Kamis (30/7/26) dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sawahlunto Rovanly Abdams, mewakili Wali Kota Sawahlunto. Program ATENSI

Riswan Idris, Rafles