PT.Angkasa Pura Indonesia: Pengembangan Bandara Sentani Guna Penuhi Pelayanan Pengguna Jasa Penerbangan
Jayapura-Spektroom : PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) akan melakukan pengembangan Bandara Internasional Sentani di Kabupaten Jayapura Provinsi Papua, sehingga nanti mampu melayani 2,9 juta penumpang per tahun, dibandingkan kapasitas saat ini memiliki daya tampung 1,4 juta penumpang per tahun.
Pelaksana Tugas Branch Communication & CSR Dept Head Bandara Sentani Syahrial S. Sembiring di Jayapura, Kamis, 01 Oktober 2026 menjelaskan, pengembangan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan bandara.
"Pengembangan Bandara Sentani mencakup perluasan terminal, pembangunan fasilitas landside, serta pemenuhan fasilitas sisi udara," ungkapnya.
Menurut Syahrial, Bandara Sentani saat ini memiliki luas lahan sekitar 144 hektare dengan landasan pacu berukuran 3.000 meter x 45 meter serta 38 parking stand.

"Untuk kapasitas terminal Bandara Sentani saat ini sekitar 1,4 juta penumpang per tahun, sedangkan pada 2025 jumlah penumpang yang dilayani telah mencapai sekitar 1,7 juta. Dengan demikian, pengembangan terminal sangat perlu dilakukan guna meningkatkan kapasitas pelayanan menjadi 2,9 juta penumpang per tahun,"ujarnya.
Sudah barang tentu pengembangan Bandara Sentani, menjadi suatu keharusan guna memenuhi kebutuhan pelayanan bagi setiap pengguna jasa penerbangan, termasuk menata areal parkir
"Selain terminal, pada area parkir kendaraan juga akan dioptimalkan dari sekitar 250 satuan ruang parkir (SRP) menjadi 450 SRP untuk memberikan ruang yang lebih memadai dan meningkatkan kenyamanan pengguna jasa," kata Syahrial.
Pengembangan infrastruktur tersebut tidak semata ditujukan untuk menghadirkan jenis pesawat tertentu, tetapi meningkatkan kapasitas dan kesiapan Bandara Sentani dalam mengantisipasi pertumbuhan lalu lintas udara yang terus menunjukan trend kenaikan dari waktu ke waktu
"Hingga Agustus 2026, Bandara Sentani mencatat 1.038.261 penumpang, 26.634 pergerakan pesawat dan 63.958 ton kargo, lalu pergerakan pesawat juga tumbuh 3,11 persen, sedangkan kargo meningkat dua persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," tutup Syahrial.