PT Saipem Indonesia Karimun Yard Resmi Melakukan Kegiatan Pemotongan Baja Perdana BHL FPSO
Tanjungpinang-Spektroom - Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura meresmikan kegiatan pemotongan baja perdana Proyek Bahtera Haluan Lestari Floating Production Storage and Offloading (BHL FPSO) yang dilakukan PT Saipem Indonesia Karimun Yard.
Peresmian proyek BHL FPSO dihadiri Kepala SKK Migas, Kepala OPD Pemprov Kepri, Bupati Karimun H Iskandarsyah, dan Forkopinda Karimun, juga hadir Project Directur Stevano, Deputy Project Director Saipem, Deputy Project Tripatra, Coo Of Enginering And Corner Construction Busines Unti Tripatra, President Director And CEO Tripatra, Head Of Remef Eni Ciro Antonio Pagano, Group Chief Exexutife Officiar Seara dan Group Chiep Operating Officer Searah Nicolo.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) mengapresiasi kegiatan pemotongan baja perdana proyek BHL FPSO yang di lakukan PT Saipem Indonesia Karimun Yard.
"Proyek tersebut menjadi wujud nyata peningkatan industri yang ada di Kepri dalam upaya mendukung ketahanan sektor migas, " jelas Wagub Nyanyang usai meresmikan pemotongan baja perdana di PT Saipem Indonesia Karimun Yard Kabupaten Karimun, Kamis (23/7/2026).
Mega proyek BHL FPSO ini, bukan hanya sebuah pencapaian teknis dan industri semata. Tetapi juga sebuah tonggak penting, dalam pengembangan ketahanan migas sekaligus upaya untuk terus memacu pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kepulauan Riau.

Terlebih lagi, proyek ini memiliki beberapa tujuan utama yang sangat relevan dengan pembangunan di Provinsi Kepri. Diantaranya, sebagai wujud peningkatan kapasitas industri dan juga peningkatan pengembangan teknologi lokal, melalui pembangunan unit FPSO itu sendiri.
Wagub menjelaskan, fasilitas fabrikasi yang dikembangkan tersebut, berada di wilayah operasional PT Saipem Indonesia Karimun Yard. proyek ini tentu akan membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal itu sendiri.
"Selain itu proyek ini akan bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau, melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan pengembangan industri pendukung lainnya, "tambah Wagub Nyanyang.

Proyek ini lanjutnya, juga menjadi bagian dari penguatan kerjasama internasional yang menegaskan posisi Provinsi Kepualaun Riau, sebagai mitra strategis dalam proyek-proyek energi internasional.
Karena itu, Pemprov Kepri akan terus berkomitmen untuk selalu mendukung berbagai pengembangan industri dan teknologi yang berkelanjutan, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi proyek-proyek besar seperti BHL FPSO ini.
Nyanyang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak, dalam hal ini PT Saipem Indonesia Karimun Yard dan seluruh mitra yang telah bekerja keras, demi mewujudkan mega proyek besar ini.
"Kerja sama yang solid antara pemerintah, swasta, dan mitra internasional menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Semoga proyek ini menjadi inspirasi seluruh masyarakat dan pelaku industri di Kepri, untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan nasional dan global, khususnya di bidang energi dan migas, " pungkasnya.