Puncak Haji 2026 Krusial, Pastikan Jemaah Aman dan Ibadah Sah, Musrif Diny Siaga Penuh
Jakarta - Spektroom : Jemaah haji dari seluruh dunia termasuk Indonesia mulai bergerak ke Arafah pada 8 Dzulhijjah 1447 H, yang bertepatan dengan 25 Mei 2026 untuk bersiap melaksanakan wukuf.
Pergerakan jemaah dilakukan secara bertahap dalam tiga trip (pagi hingga malam) menggunakan bus khusus yang disiapkan oleh otoritas Arab Saudi, untuk memastikan seluruh jemaah berada di Arafah pada 9 Dzulhijjah ( 26 Mei 2026).
Puncak wukuf pada 9 Dzulhijjah 1447 H dimulai dari tergelincirnya matahari (waktu Dzuhur) hingga terbit fajar (waktu Subuh) pada 10 Dzulhijjah.
Safari Wukuf berlangsung selama kurang lebih 60 menit di Arafah untuk Salat Zuhur-Asar dan khutbah.
Cuaca panas yang menyelimuti padang Arafah akan semakin panas oleh Kepadatan jutaan jemaah dan mengurangi ruang gerak.
Pemerintah melalui Kemeterian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mematangkan persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina ( Amuzna ) untuk memastikan jamaah bisa beribadah dengan aman,nyaman dan sah.
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, melepas keberangkatan Musrif Diny di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (12/5/2026).
“Musrif Diny bukan sekadar pendamping ibadah, tetapi penjaga kualitas manasik jemaah. Mereka memiliki tugas mulia untuk memastikan ibadah haji dilaksanakan secara sahih, tertib, dan tetap memberi kemudahan bagi jemaah sesuai prinsip syariat,” ujar Menhaj.
Menurut Menhaj, kehadiran Musrif Diny menjadi penguat pilar pertama dalam konsep Tri Sukses Haji, yaitu sukses ritual. Dua pilar lainnya adalah sukses ekosistem ekonomi haji serta sukses peradaban dan keadaban
Selain itu, Safari Wukuf, Murur, maupun Tanazul bukan sekadar pengaturan teknis. di dalamnya ada landasan fikih yang harus dipahami dan disampaikan dengan baik kepada jemaah
"Di sinilah Musrif Diny harus hadir dengan pemahaman fikih yang kokoh, tetapi tetap adaptif dan memberi solusi,” tegasnya