Puting Beliung Terpa Desa Mamek, Dua Rumah Warga Rusak

Puting Beliung Terpa Desa Mamek, Dua Rumah Warga Rusak
Bagian atap rumah Alek warga desa Mamek yg tampak rusak di terpa angin puting Beliung. Foto: Dok Pribadi Alek.

Landak-Spektroom : Sore itu langit di atas Desa Mamek, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, berubah muram.
Awan gelap menggantung rendah, sementara angin bertiup semakin kencang.

Tidak banyak warga yang menyangka cuaca yang semula tampak seperti hujan biasa akan berubah menjadi angin puting beliung yang menerjang permukiman mereka.

Dalam hitungan menit, pusaran angin menyapu Dusun Mamek Tembawang pada Sabtu (18/07/2026) sore.

Suara gemuruh angin bercampur bunyi atap yang beterbangan memecah ketenangan desa.

Warga berhamburan mencari tempat aman sambil berusaha menyelamatkan anggota keluarga masing-masing.

Dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin tersebut.

Rumah yang terdampak diketahui milik Alek dan Boton, warga Dusun Mamek Tembawang.

Meski tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka, peristiwa itu meninggalkan kepanikan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Sejumlah warga mengaku masih trauma karena kejadian berlangsung begitu cepat dan sulit diprediksi.

“Anginnya datang tiba-tiba. Kencang sekali. Kami hanya bisa berusaha menyelamatkan diri,” ujar seorang warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Kepala Desa Mamek, Yance, mengatakan pihak desa masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Hingga Minggu (19/07/2026), petugas bersama pemerintah desa masih berada di lapangan untuk mengumpulkan informasi dan memastikan kondisi warga terdampak.

Menurut Yance, rincian kerusakan belum dapat disampaikan karena proses pendataan masih berlangsung.

Namun, pemerintah desa memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganan selanjutnya.

“Kami masih mendata kerusakan di lokasi. Nanti akan kami sampaikan kembali rinciannya,” kata Yance.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, terutama pada masa peralihan musim yang sering ditandai hujan lebat disertai angin kencang.

Di Desa Mamek, warga kini mulai membersihkan puing-puing dan memperbaiki bagian rumah yang rusak.

Di balik kerusakan yang terjadi, semangat gotong royong kembali terlihat. Tetangga membantu tetangga, sementara aparat desa turun langsung memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera dipenuhi.

Yance mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak.

Ia meminta warga segera mencari tempat aman apabila melihat tanda-tanda cuaca ekstrem, seperti angin kencang, awan gelap pekat, atau hujan disertai petir.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan saling mengingatkan,” ujarnya.

Bagi warga Dusun Mamek Tembawang, Sabtu sore itu menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan.

Berita terkait

Tutup Rangkaian HUT ke-81 RI, BPBD Jember Laksanakan Upacara Penurunan Bendera

Tutup Rangkaian HUT ke-81 RI, BPBD Jember Laksanakan Upacara Penurunan Bendera

Jember – Spektroom: Sebanyak 30 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mengikuti upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Nusantara Jember, Senin (17/8/2026). Mengenakan seragam lapangan berwarna oranye, para personel BPBD mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan tertib dan khidmat.

Budi Sucahyono, Bian Pamungkas
Tiga Ribu 170 Warga Binaan NTB Terima Remisi, Gubernur Tegaskan Tak Ada Kata Terlambat Untuk Berubah

Tiga Ribu 170 Warga Binaan NTB Terima Remisi, Gubernur Tegaskan Tak Ada Kata Terlambat Untuk Berubah

Lombok Barat-Spektroom : Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu membawa kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di seluruh Lapas dan Rutan di NTB. Tahun ini, sebanyak 3.170 narapidana dan anak binaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan kado istimewa berupa remisi umum dan

Marsam Putrangga, Julianto