Raih Hibah PP-PTS 2026 Senilai Rp437 Juta, UNUKASE Perkuat Pembelajaran Agribisnis Berbasis Industri dan Digital
Banjar–Spektroom : Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meraih pendanaan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Skema A Tahun 2026 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Siaran Pers UNUKASE yang diterima Rabu (22/7/2026) menyebutkan, melalui Program Studi Agribisnis, UNUKASE memperoleh pendanaan sebesar Rp437.767.885. Program tersebut diketuai oleh Redhana Aulia, S.P., M.P. dan ditetapkan berdasarkan Surat Pengumuman Penerima Bantuan PP-PTS Reguler Tahun 2026 Nomor: 543/DTS/B/B3/DT.03.00/2026 tanggal 20 Juli 2026.
Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah terhadap komitmen UNUKASE dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya melalui penguatan kualitas pembelajaran di Program Studi Agribisnis.
Menurutnya, Program PP-PTS Tahun 2026 difokuskan pada pengembangan pembelajaran berbasis praktikum, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Melalui pendanaan tersebut, Program Studi Agribisnis akan memperkuat sarana pembelajaran dengan pengadaan berbagai peralatan modern untuk Laboratorium Pengolahan Pangan serta Laboratorium Teknologi Informasi dan Desain Komunikasi (TIDK).
Fasilitas tersebut akan mendukung implementasi pembelajaran berbasis case method, team-based project, dan project-based learning sehingga Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.
Program PP-PTS ini juga akan mengimplementasikan tiga program strategis, yaitu Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berbasis Praktikum Agroindustri, Peningkatan Pembelajaran Berbasis Project Kewirausahaan, serta Pengembangan Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Industri.
Melalui ketiga program tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang lebih kuat dalam bidang agroindustri, kewirausahaan digital, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Selain penguatan fasilitas laboratorium, hibah ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas dosen melalui penyusunan modul pembelajaran inovatif, pelatihan penggunaan peralatan laboratorium, penerapan metode pembelajaran modern, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi guna memastikan keberlanjutan program.
Implementasi PP-PTS Tahun 2026 ditargetkan mampu meningkatkan jumlah mata kuliah yang menerapkan pembelajaran berbasis case method dan team-based project, meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap proses pembelajaran, memperbaiki tingkat kelulusan mata kuliah, memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang agroindustri dan kewirausahaan digital, serta memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.
Program ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan Agribisnis yang memiliki keterampilan praktis, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mengembangkan potensi agribisnis berbasis sumber daya lokal Kalimantan Selatan.