Raja-Raja Adat Buru Temui Gubernur Maluku

Raja-Raja Adat Buru Temui Gubernur Maluku
Raja2 negeri adat di kabupaten Buru Memberikan, keterangan pers kepada wartawan usai pertemuan dengan Gubernur Maluku kamis​( 27/8/2026).foto Eva. M

Ambon -Spektroom: Sejumlah raja dan perangkat negeri adat di Kabupaten Buru menemui Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (27/8/2026). Pertemuan tersebut membahas dinamika masyarakat, pembangunan daerah, serta penguatan peran pranata adat dalam pembangunan.

Raja Petuanan Kayeli, Fandy Azhari Wael, mengatakan masyarakat adat pada prinsipnya mendukung berbagai program pembangunan pemerintah, termasuk proyek strategis yang berjalan di Kabupaten Buru. Namun, dukungan tersebut harus dibarengi penghargaan terhadap keberadaan dan hak masyarakat adat.

“Kami tetap mendukung apa yang menjadi program pemerintah. Yang kami utamakan adalah penghargaan terhadap masyarakat yang ada di sana,” kata Fandy.

Ia berharap hubungan antara pemerintah daerah, pemerintah negeri dan masyarakat adat dapat berjalan bersama, terutama dalam menyikapi berbagai dinamika pembangunan di Buru.

Pranata adat perlu mendapat ruang yang proporsional sehingga kepentingan pemerintah dan masyarakat adat(EM)

Berita terkait

Sembahyang Rebut dan Kapal Wangkang: Ketika Pontianak Menjaga Jembatan antara Dunia Manusia dan Arwah

Sembahyang Rebut dan Kapal Wangkang: Ketika Pontianak Menjaga Jembatan antara Dunia Manusia dan Arwah

Oleh : Andreas Atjui Simanjaya Pontianak-Spektroom : Di sebuah sudut Kota Pontianak, kerumunan warga mulai memadati area kelenteng ketika senja perlahan turun. Di atas meja-meja panjang tersusun rapi buah-buahan, makanan, kue tradisional, hingga kebutuhan pokok. Asap dupa mengepul ke udara, bercampur doa-doa yang dipanjatkan dalam keheningan. Namun, suasana yang awalnya khidmat itu

Apolonius Welly, Rafles
Cegah Provokasi Saat Demo, Menkomdigi: Ruang Digital Diawasi Ketat, Hoaks Ditindak

Cegah Provokasi Saat Demo, Menkomdigi: Ruang Digital Diawasi Ketat, Hoaks Ditindak

Jakarta-Spektroom : Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperketat pengawasan ruang digital seiring berlangsungnya aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, pengawasan dilakukan untuk memastikan ruang digital tidak disalahgunakan menyebarkan disinformasi, fitnah, kebencian (DFK), ujaran kebencian, provokasi,

Rafles