Rakornis Kesehatan Setanah Papua Untuk Eliminasi Penyakit Menular
Jayapura-Spektroom : Tanah Papua merupakan salah suatu wilayah di Indonesia yang hingga saat ini masih menjadi daerah dengan kontribusi terbesar kasus penyakit menular secara nasional, seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus) AIDS (Acquired Immunodeficiency), Tuberkulosis (TBC) Malaria dan penyakit Kusta.
Oleh sebab itu diperlukan adanya langkah langkah strategis untuk mengeliminasi persebaran penyakit menular itu melalui penyusunan program serta pola kerja terpadu antara pemerintah pusat dan daerah yang dirumuskan dalam Rapat Koordinasi Teknis/Rakornis Kementerian Kesehatan Ri berlangsung di Jayapura 27 hingga 29 April 2026.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea mengatakan, tujuan utama Rakornis di Papua yakni untuk memadukan dan lebih memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menyelaraskan perencanaan dan pembiayaan program.
“Melalui forum ini, kami berharap dapat menghasilkan rekomendasi percepatan eliminasi, termasuk penguatan komitmen pemerintah daerah dan koordinasi lintas sektor," kata Yosephine, Rabu (29/4/2026).
Hasil Rakortek ini diharapkan mempercepat pencapaian target nasional dalam hal eliminasi malaria dan pengendalian penyakit menular pada 2030.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama. Sekaligus mendukung target Indonesia bebas malaria dan pengendalian penyakit menular pada tahun 2030," ujar Yosephine.
Iapun memberi apresiasi atas keseriusan peserta selama mengikuti Rakornis bahkan intens dalam diskusi yang melahirkan gagasan penyusunan program kerja dan yang terpenting adalah adanya kemauan kita bersama menekan angka penyakit menular, demi kesehatan masyarakat.
Rapat Koordinasi Teknis yang diikuti enam pemerintah provinsi dan 14 kabupaten/kota dengan beban kasus tinggi di tanah Papua serta unsur kementerian terkait maupun mitra pembangunan dan sektor swasta, menghasilkan program strategi serta komitmen menekan angka persebaran penyakit menular di Tanah Papua.