Rano Karno Luncurkan Jakarta Film Commission
Jakarta - Spektroom: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri perfilman nasional melalui pemberian insentif pajak tontonan film Indonesia serta penyederhanaan proses perizinan syuting.
"Langkah itu diharapkan mampu menjadikan Jakarta sebagai salah satu pusat produksi film yang kompetitif di tingkat regional maupun internasional. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan hal itu kepada media, di Jakarta," Jum'at (26/06/2026)..
Kebijakan pengembalian 50 % pajak tontonan film nasional merupakan hasil pembahasan bersama pelaku industri, termasuk asosiasi produser film dan Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI). Kebijakan itu merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap perkembangan industri film nasional.
Program serupa pernah diterapkan pada masa pemerintahan sebelumnya, namun sempat terhenti akibat penyesuaian regulasi. Kini, insentif tersebut kembali diberlakukan untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi sineas dalam menghasilkan karya berkualitas.
Selain menghadirkan insentif fiskal, Pemprov DKI juga meluncurkan layanan Filming in Jakarta melalui Jakarta Film Commission (JFC) yang berada di bawah pengelolaan PT Jakarta Tourisindo atau Jakarta Experience Board (JxB). Platform ini dirancang sebagai layanan terpadu satu pintu yang mempermudah proses perizinan syuting di berbagai lokasi di Jakarta.
Melalui layanan ini, para pelaku industri film dapat mengurus koordinasi perizinan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan waktu pelayanan yang lebih pasti.
Jakarta Film Commission menjadi wadah resmi bagi sineas nasional maupun internasional yang ingin melakukan proses produksi di Ibu Kota. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan kemudahan penggunaan aset milik Pemprov DKI sebagai lokasi syuting, baik secara gratis maupun melalui skema yang mendukung perkembangan industri kreatif.
Sepanjang semester pertama 2026 sejumlah produser dari Korea Selatan, Malaysia, Singapura, hingga Brunei Darussalam telah menyatakan minat untuk melakukan produksi di Jakarta. Bahkan, platform streaming global Netflix disebut tengah menyiapkan rencana memproduksi 6 film di Jakarta.
Hal tersebut menjadi sinyal positif bahwa ekosistem ekonomi kreatif, khususnya sektor perfilman, terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Data industri juga memperlihatkan tren yang menggembirakan.
Selama periode Januari hingga Juni 2026, jumlah penonton film Indonesia telah mencapai sekitar 36 juta orang. Angka tersebut diproyeksikan meningkat hingga 120 juta penonton pada akhir tahun apabila tren pertumbuhan industri tetap terjaga,
Aktor sekaligus produser Reza Rahadian menyambut baik kehadiran Jakarta Film Commission sebagai upaya memperkuat ekosistem perfilman. Meski demikian, ia menilai implementasi layanan tersebut perlu dibarengi dengan transparansi biaya perizinan di setiap lokasi syuting.