RAPBD 2027 Sawahlunto Dimatangkan, Disparpora Fokuskan Anggaran pada Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga
Sawahlunto-Spektroom : Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sawahlunto mulai mematangkan rancangan program dan kebutuhan anggaran untuk Tahun Anggaran 2027. Pembahasan dilakukan melalui rapat penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027, Rabu (11/8/2026) di Simfes Meeting Room, Sawahlunto.
Rapat tersebut dipimpin langsung Kepala Disparpora Kota Sawahlunto, Meldi Hidayah Marta, S.STP., M.Si., dan diikuti Sekretaris Disparpora Irwan Junaidi, S.E., Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Eko Novianto, S.STP., M.M., Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Benny Deswin, S.E., Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Prima Yogi Murphi, S.Pd., M.M., serta jajaran pegawai dan staf terkait.
Pembahasan tidak sekadar berfokus pada besaran anggaran, tetapi diarahkan untuk memastikan setiap program dan kegiatan yang diusulkan memiliki relevansi dengan prioritas pembangunan daerah serta manfaat yang jelas bagi masyarakat.
Meldi mengatakan, penyusunan RAPBD 2027 di lingkungan Disparpora harus dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah. Karena itu, setiap usulan program perlu melalui proses evaluasi dan penajaman agar anggaran yang tersedia dapat memberikan dampak optimal.
“Kita ingin program yang direncanakan benar-benar terarah, efektif dan efisien. Setiap kebutuhan anggaran harus memiliki dasar yang jelas dan mendukung target pembangunan daerah, khususnya pada sektor pariwisata, kepemudaan dan olahraga,” ujar Meldi.
Menurut dia, sektor pariwisata memiliki posisi penting dalam upaya memperkuat aktivitas ekonomi Kota Sawahlunto. Dengan kekayaan sejarah, budaya, ekonomi kreatif serta potensi destinasi yang dimiliki, pengembangan pariwisata perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi.
Di sisi lain, pembangunan kepemudaan dan olahraga juga menjadi bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif sekaligus memperkuat prestasi daerah.
Meldi menegaskan, sinkronisasi antarbidang menjadi kunci agar program yang disusun tidak berjalan sendiri-sendiri. Perencanaan di bidang destinasi, pemasaran, ekonomi kreatif, kepemudaan dan olahraga harus saling mendukung serta memiliki indikator capaian yang dapat diukur.
“Koordinasi internal terus kita perkuat. Kita ingin seluruh bidang memahami arah kebijakan yang akan dicapai sehingga program yang masuk dalam RAPBD 2027 benar-benar menjadi bagian dari satu kesatuan pembangunan Disparpora,” katanya.
Dalam rapat tersebut, masing-masing bidang melakukan pembahasan terhadap program, kegiatan, kebutuhan belanja serta target yang hendak dicapai pada 2027. Penajaman dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas dan efisiensi penggunaan anggaran.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses penyelarasan perencanaan Disparpora dengan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Kota Sawahlunto.
Meldi berharap proses penyusunan RAPBD dapat berlangsung secara transparan, akuntabel dan berbasis kinerja. Dengan perencanaan yang lebih matang sejak awal, pelaksanaan program pada 2027 diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita tidak hanya mengejar terserapnya anggaran, tetapi bagaimana anggaran tersebut menghasilkan manfaat dan capaian yang bisa dirasakan masyarakat. Itu yang menjadi perhatian kita dalam penyusunan RAPBD 2027,” tutur Meldi.
Pembahasan internal Disparpora selanjutnya akan menjadi bagian dari tahapan penyusunan RAPBD Kota Sawahlunto Tahun Anggaran 2027 sebelum memasuki proses pembahasan sesuai mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah.
Bagi Sawahlunto, penguatan sektor pariwisata, kepemudaan dan olahraga diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi instrumen untuk memperkuat transformasi ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif. (Ris1)