Ratna Busana, Konsisten Lestarikan Wastra Nusantara dan Edukasi Perempuan

Ratna Busana, Konsisten Lestarikan Wastra Nusantara dan Edukasi Perempuan
Wakil Ketua Himpunan Ratna Busana Surakarta Febri Hapsari Dipokusumo, mengamati proses pembuatan wastra Nusantara. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Komunitas perempuan pecinta busana daerah dan nasional, Himpunan Ratna Busana Surakarta, terus menunjukkan peran aktif dalam melestarikan budaya sekaligus mengedukasi masyarakat tentang kekayaan wastra Nusantara.

Organisasi ini juga berkomitmen mengenalkan pakem busana tradisional kepada generasi muda, serta menggaungkan kecintaan terhadap budaya Indonesia di tengah arus modernisasi.

Wakil Ketua Himpunan Ratna Busana Surakarta, RAY Febri Hapsari Dipokusumo, menyampaikan bahwa organisasi yang telah berdiri cukup lama ini menjadi wadah bagi perempuan untuk belajar sekaligus mencintai budaya bangsa.

“Ratna Busana ini beranggotakan perempuan pecinta busana daerah dan wastra Nusantara. Di sini, ibu-ibu tidak hanya tampil mengenakan busana tradisional, tetapi juga belajar tentang budaya dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Febri kepada Spektroom, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, setiap pertemuan komunitas selalu mengangkat tema wastra dari daerah tertentu. Para anggota mengenakan busana khas sesuai tema, sekaligus menggelar kegiatan yang memperkenalkan budaya, termasuk kuliner tradisional.

“Misalnya saat mengangkat tema Sulawesi Selatan, anggota mengenakan baju bodo dan wastra khas Makassar, lengkap dengan sajian makanan tradisionalnya. Begitu juga saat tema Bali, semua menyesuaikan dengan budaya Bali,” jelasnya.

Menurut Febri, konsep tersebut menjadikan Ratna Busana tidak sekadar komunitas fesyen, melainkan juga ruang edukasi dan pelestarian budaya. Anggota didorong untuk mengenal dan menggunakan berbagai jenis wastra Nusantara, mulai dari songket Palembang hingga kain tradisional dari Lampung.

“Komunitas ini bukan hanya soal penampilan, tetapi juga edukasi. Secara tidak langsung, anggota akan semakin mencintai dan menggunakan wastra Nusantara dalam kehidupan sehari-hari. Ini juga menjadi ajang silaturahmi yang positif bagi perempuan,” imbuhnya.

Dalam salah satu kegiatan terbarunya, Ratna Busana Surakarta mengangkat tema budaya Jawa dengan mengenakan kebaya panjang lengkap dengan selendang sebagai identitas busana tradisional.

Menariknya, para anggota juga memainkan alat musik tradisional angklung secara spontan. Meski tanpa latihan khusus, mereka mampu berkolaborasi memainkan satu lagu bersama dengan mengikuti arahan dirigen.

“Ini menjadi simbol bahwa perempuan Indonesia harus mampu berkolaborasi. Seperti bermain angklung, setiap orang memegang nada berbeda, tetapi bisa menghasilkan harmoni jika saling mengikuti dan bekerja sama,” ungkap Febri.

Selama ini, Himpunan Ratna Busana Surakarta juga dikenal aktif mengedukasi penggunaan kebaya sebagai jati diri perempuan Indonesia. Bahkan, komunitas ini pernah menggagas pendirian museum kebaya di Indonesia sebagai upaya pelestarian budaya. (Ciptati Handayani)

Berita terkait

Ketua Tim Penggerak PKK Batam: Pelajar Harus Hindari Perundungan dan Bijak Gunakan Media Sosial

Ketua Tim Penggerak PKK Batam: Pelajar Harus Hindari Perundungan dan Bijak Gunakan Media Sosial

Batam-Spektroom : Menghadapi perkembangan dunia digital kedepan, penting bagi pelajar diberikan Pembinaan Budi Pekerti, menanamkan nilai nilai moral kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berintegritas dan bertangngung jawab. SMP Negeri 1 Batam melaksanakan Pembinaan Budi Pekerti menghadirkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejateraan Keluarga (TP-PKK) sebagai Narasumber sekaligus

Desmawati, Rafles
UNP Perkuat Daya Saing UMKM Tanah Datar, Pelaku Usaha di Nagari Panyalaian Dibekali Literasi Digital, Keuangan, dan Pajak

UNP Perkuat Daya Saing UMKM Tanah Datar, Pelaku Usaha di Nagari Panyalaian Dibekali Literasi Digital, Keuangan, dan Pajak

Tanah Datar–Spektroom : Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026. Kali ini, UNP menggelar pelatihan peningkatan literasi digital, keuangan, dan perpajakan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar,

Riswan Idris, Rafles
Bupati Tanah Datar Minta OPD Tak Sekadar Berwacana, Inovasi Harus Terasa Manfaatnya bagi Masyarakat

Bupati Tanah Datar Minta OPD Tak Sekadar Berwacana, Inovasi Harus Terasa Manfaatnya bagi Masyarakat

Tanah Datar–Spektroom : Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan meningkatnya ekspektasi publik terhadap pelayanan pemerintah, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak berhenti pada gagasan-gagasan di atas kertas. Setiap inovasi, katanya, harus berujung pada perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pesan itu

Riswan Idris, Rafles
Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Patrick Moenandar, Meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 Pada Kategori Dampak Sosial Terbesar.

Ambon-Spektroom : Ketua DPD Partai Perindo Kota Ambon, Patrick Moenandar, meraih Anugerah Legislator Partai Perindo 2026 pada kategori Dampak Sosial Terbesar. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensinya menghadirkan berbagai program yang memberikan manfat bagi masyarakat. Penghargaan diterima dalam ajang apresiasi yang digelar Partai Perindo sebagai bentuk pengakuan terhadap

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
ссс