Ratusan Rumah Warga di Wilayah Patebon Kendal Terdampak Banjir Rob
Kendal-Spektroom : Selama beberapa tahun belakangan ini warga dusun Pilangsari, desa Pidodokulon, kecamatan Patebon , Kendal terdampak banjir rob
Bukan hanya rumah warga, tapi juga dan puluhan hektar lahan produktif terendam air asin itu.
Kepala Desa Pidodokulon, Didik Prastiawan, mengatakan wilayah yang terdampak berada di RT 2 dan RT 3 Dusun Pilangsari.
Selain menggenangi permukiman warga, banjir rob juga merendam lahan pertanian, tegalan, dan tambak ikan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
"Ada dua wilayah RT, yaitu RT 2 dan RT 3 yang berjumlah sekitar 100 rumah terdampak banjir rob. Banjir rob juga menggenangi lahan pertanian produktif, tegalan dan tambak ikan, total sekitar 50 hingga 100 hektar," ujarnya.
Menurut Didik, lahan yang terdampak sebagian besar merupakan area pertanian dan tegalan yang ditanami berbagai komoditas.
Kondisi tersebut berdampak pada produktivitas lahan dan aktivitas ekonomi warga setempat.
Untuk mengurangi dampak banjir rob, pemerintah desa telah melakukan berbagai upaya sejak tahun 2020. Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran desa untuk pembangunan tanggul di sejumlah titik yang rawan terendam air laut.
Selain pembangunan tanggul, pemerintah desa bersama warga juga secara rutin melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir.
Kegiatan tersebut dilakukan secara berkala sebagai upaya memperkuat perlindungan alami terhadap abrasi dan banjir rob.
"Warga banyak yang membantu menanam mangrove. Tiap bulan atau dua minggu sekali," kata Didik.
Salah seorang warga RT 2, Kusmiati, mengungkapkan banjir rob mulai dirasakan masyarakat sekitar lima tahun terakhir.
"Kalau musim rob biasanya setengah bulan, air rob masuk rumah," ujarnya.
Dalam setahun, rob umumnya terjadi dua kali, yakni pada bulan Mei dan September.
Meski belum sepenuhnya mengatasi persoalan, keberadaan mangrove dinilai mampu membantu mengurangi dampak banjir rob yang masuk ke kawasan permukiman dan pesisir.
Upaya penghijauan pesisir tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai komunitas dan lembaga yang turut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman mangrove.
Saat ini, pohon-pohon mangrove yang ditanam mulai tumbuh subur di sejumlah area Dusun Pilangsari.
Pemerintah desa berharap langkah-langkah mitigasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu mengurangi dampak banjir rob.
Selain itu, juga menjaga keberlangsungan kawasan pesisir dan lahan produktif yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.