Ratusan Warga Tanah Datar Teken Komitmen Bersama Tolak Narkoba dan LGBT, Perkuat Gerakan Pencegahan Penyakit Masyarakat
Batusangkar–Spektroom : Ratusan warga Kabupaten Tanah Datar menandatangani komitmen bersama dalam deklarasi penolakan terhadap praktik LGBT, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai penyakit masyarakat lainnya di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Minggu (5/7/2026).
Deklarasi yang diinisiasi Polres Tanah Datar itu dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten, Forkopimda, DPRD, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk penguatan sinergi menjaga ketertiban sosial, nilai adat, budaya, dan agama di Luhak Nan Tuo.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly mengapresiasi inisiatif Polres Tanah Datar yang dinilai mencerminkan kepedulian bersama dalam melindungi generasi muda dari berbagai persoalan sosial. Menurutnya, Tanah Datar berpegang pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sehingga seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai tersebut.

Ia mengajak masyarakat memperkuat pembinaan keluarga dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak sebagai langkah pencegahan sejak dini terhadap penyalahgunaan narkoba maupun perilaku yang dinilai bertentangan dengan norma agama, adat, dan budaya setempat.
Kapolres Tanah Datar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K. menegaskan deklarasi tersebut merupakan komitmen bersama pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kondusivitas daerah melalui langkah pencegahan, pembinaan, serta pengawasan di lingkungan masing-masing.
Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra menyatakan lembaganya mendukung berbagai langkah pemerintah daerah dalam penanganan penyakit masyarakat. Ia mengajak orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap perkembangan generasi muda. Selain itu, DPRD juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pembinaan keluarga, serta penyediaan layanan konseling dan pendampingan psikologis sebagai bagian dari upaya preventif pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanah Datar Yendri Junaidi mengatakan ulama bersama pemerintah daerah dan Forkopimda terus melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk mendorong regulasi yang selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, pembinaan masyarakat akan melibatkan seluruh unsur, termasuk sosialisasi di lokasi-lokasi yang dinilai berpotensi memunculkan berbagai penyakit masyarakat.
Ketua LKAAM Tanah Datar Aresno Dt. Andomo menambahkan, tokoh adat telah lama memperkuat peran kaum dan suku dalam membina anak kemenakan. Ia juga mengapresiasi program "Kembali ka Surau" yang diinisiasi Kapolres Tanah Datar karena dinilai mendukung pembentukan karakter generasi muda.
Deklarasi tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para peserta sebagai simbol dukungan terhadap upaya pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat pembinaan sosial, menjaga ketertiban, serta mempertahankan nilai-nilai adat, budaya, dan agama di Kabupaten Tanah Datar. (Ris1)