Rendahnya Literasi Keuangan dan Adopsi Teknologi Digital Semakin Perlemah Kinerja Finansial Rumah Tangga

Rendahnya Literasi Keuangan dan Adopsi Teknologi Digital Semakin Perlemah Kinerja Finansial Rumah Tangga
Foto : Promovenda Asriany saat pemaparan Disertasi di depan Sidang uji kompetensi PPs UMI Makassar ( Spektroom )

Spektroom - Kemampuan rumah tangga dalam mengelola pendapatan,tabungan dan utang merupakan faktor kunci untuk menciptakan ketahanan finansial jangka panjang.

Meski demikian pada masyarakat pesisir di negara berkembang, kinerja keuangan cenderung lemah akibat fluktuasi pendapatan harian, rendahnya pencatatan keuangan serta dominasi praktek ekonomi informal berbasis kepercayaan sosial.

Kondisi seperti ini terjadi di asia selatan,afrika timur hingga negara-negara kepulauan pasifik yang nemperlihatkan kerentanan ekonomi yang sama.

Hal itu di ungkapkan Proomovenda Asriany pada uji kompetensi untuk meraih gelar Doktor Ilmu Managemen pada program pascasarjana di kampus PPs Umi Urip sumaharjo,Jumat 20 pebruari 2026.

Dalam desertasinya tentang pengaruh kearifan lokal, literasi keuangan dan digitalisasi keuangan terhadap prilaku keuangan dan kinerja keuangan masyarakat pesisir di Luwu Raya.

Disertai tersebut dipaparkan untuk meraih gelar Doktor Ilmu Managemen pada program pascasarjana di kampus PPs Umi Urip sumaharjo, Jumat (20/2/2026).

Gelar uji kompetensi dipimpin Direktur PPs UMI Makassar Prof Dr.H.La Ode Husen SH.M.Hum dengan Penyanggah Prof Dr Roslina Alam.SE.MSi., Prof Dr.Muhammad Su'un SE.MSi.,Prof Dr.Ramlawati SE.,MM.,Dr.Abbas Selong,SE.,MSi.,Dr.H.Selle,SE.,SH.,MH ,Prof Dr. Harjum Muharram SE.,MSi.

Sementara Co Promotor 2.Dr.Lukman Khalid SE ,M Si.,Co Promotor 1 Prof Dr Suriyanti SE.MM dan Promotor Prof Dr.H.Mahfudnurnajamuddin SE.MSi.

Menurut Asriany, fenomena tersebut juga terlihat di Indonesia,seperti di daerah Luwu Raya, dimana masyarakat pesisir masih menghadapi masalah klasik berupa pendapatan tidak tetap, terbatasnya akses ke lembaga keuangan formal serta dominasi praktek ekonomi berbasis kepercayaan sosial seperti arisan dan pinjaman kelompok .

Di Luwu Raya jelas Asriany yang juga Seorang Dosen di Universitas Muhammadiyah Palopo, di kawasan ini yang ekonominya bertumpu pada sektor perikanan dan sektor perdagangan laut, rendahnya literasi keuangan dan adopsi teknologi digital semakin memperlemah kinerja finansial rumah tangga.

Kondisi ini menunjukkan bahwa rumah tangga dengan pendapatan tidak stabil cenderung mengalami kesulitan dalam membangun cadangan keuangan dan asset produktif.(**).

.

Berita terkait

Mengais Rejeki  Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mengais Rejeki Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mimika-Spektroom : Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, para pedagang musiman atribut Merah Putih mulai bermunculan dan membuka lapak di pinggir jalan utama di berbagai kota untuk menawarkan bendera, umbul-umbul serta berbagai perhiasan lainnya. Gunawan salah satunya, pedagang pernak pernik hari kemerdekaan juga bendera Merah Putih,

Anthonius Teniwut, Julianto
Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Palangka Raya-Spektroom : Di balik proses perizinan yang semakin cepat dan mudah, terbuka harapan baru bagi tumbuhnya investasi, lahirnya lapangan kerja, dan bergeraknya roda perekonomian daerah. Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam membenahi pelayanan publik kini membuahkan pengakuan di tingkat nasional. Berdasarkan Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Nomor

Polin, Julianto
Pramono Optimistis Transaksi Jakarta Sneaker Day 2026 Lampaui Rp30 Miliar, UMKM Ikut Terdongkrak

Pramono Optimistis Transaksi Jakarta Sneaker Day 2026 Lampaui Rp30 Miliar, UMKM Ikut Terdongkrak

Jakarta-Spektroom : Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, optimis nilai transaksi Jakarta Sneaker Day (JSD) Blok M Festival 2026 mampu melampaui capaian tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp30 miliar. Optimisme tersebut didorong tingginya antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Blok M pada hari pertama penyelenggaraan. "Tahun lalu ketika diadakan di JCC, nilai

Irvan Idris Saleh, Julianto
ссс