Revitalisasi Pasar Minggu Dipercepat, Pemkot Jaksel Tata Lokbin UMKM Jadi Sentra Perdagangan Modern
Jakarta - Spektroom : Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mempercepat rencana penataan kawasan Pasar Minggu.
Revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan Pasar Jaya, tetapi juga kawasan Lokasi Binaan (Lokbin) UMKM agar menjadi pusat perdagangan rakyat yang lebih modern, tertata, nyaman, dan terintegrasi.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menegaskan penataan kawasan Pasar Minggu menjadi salah satu prioritas karena kawasan tersebut merupakan salah satu simpul ekonomi terbesar di Jakarta Selatan yang setiap hari menjadi tempat aktivitas ribuan pedagang dan pengunjung.
Hal itu disampaikannya usai meninjau Lokbin dan PD Pasar Jaya Pasar Minggu, Senin (27/7/2026).
Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari persiapan Kelurahan Pasar Minggu menghadapi Lomba Kelurahan Tingkat Nasional.
Namun, menurut Syafrin, lebih dari sekadar menghadapi lomba, revitalisasi kawasan ini merupakan kebutuhan nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.
"Hasil peninjauan menunjukkan kondisi pasar memang sudah membutuhkan revitalisasi. Penataan kawasan juga harus dilakukan secara menyeluruh sehingga pasar, Lokbin UMKM, area kuliner, parkir, hingga pengelolaan sampah menjadi satu kesatuan yang saling mendukung," katanya.
Dijelaskan, konsep pengembangan kawasan tidak lagi dilakukan secara parsial. Pasar tradisional harus mampu bertransformasi menjadi pusat perdagangan yang nyaman tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Menurutnya, integrasi antara bangunan pasar dengan Lokbin UMKM akan memudahkan mobilitas pengunjung sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil. Selama ini, aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Minggu masih tersebar sehingga perlu ditata agar arus pengunjung lebih terarah.
Syafrin mengungkapkan proses revitalisasi Pasar Jaya saat ini telah memasuki tahap penyusunan nota kesepahaman (MoU). Setelah proses administrasi selesai, akan dilanjutkan dengan penyusunan desain dan perencanaan revitalisasi secara komprehensif.

"Kita ingin seluruh kawasan ini memiliki wajah baru yang lebih rapi, nyaman, dan mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat Jakarta Selatan," ujarnya.
Penataan tersebut mencakup pasar basah, pasar kering, sentra kuliner, jalur pejalan kaki, fasilitas pendukung, hingga sistem parkir agar lebih tertib.
"Dengan demikian, pengunjung tidak lagi kesulitan mengakses seluruh area perdagangan," ucapnya.
Menurut Syafrin, penataan kawasan juga diharapkan mampu mengurangi aktivitas perdagangan di trotoar maupun badan jalan yang selama ini kerap memicu kemacetan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
"Kalau fasilitas di dalam pasar sudah nyaman, bersih, dan mudah diakses, masyarakat tentu akan memilih berbelanja di dalam kawasan pasar. Dampaknya, pedagang kaki lima dapat diarahkan masuk ke lokasi yang telah disiapkan," katanya.