Ritual Adat Nabok Panyugu Pantak Pantulak Suku Dayak kanayatn

Ritual Adat Nabok Panyugu Pantak Pantulak Suku Dayak kanayatn
Kelengkapan Ritual adat Nabok Panyugu suku Dayak kanayatn yang dilaksanakan menjelang Naik Dango. (Foto : Apolo/Spektroom)

Spektroom - Rangkaian perhelatan budaya Naik Dango ke-41 di Kalimantan Barat resmi dimulai dengan pelaksanaan ritual adat Nabok Panyugu atau Pantak Pantulak, yang digelar di Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (01/02/2026).

Ritual ini menjadi penanda awal seluruh rangkaian kegiatan Naik Dango yang melibatkan tiga kabupaten yaitu Kabupaten Kubu Raya, Landak, dan Mempawah.

Ritual Nabok Panyugu merupakan tradisi sakral masyarakat Dayak yang wajib dilaksanakan sebelum dimulainya kegiatan adat berskala besar. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Imam Adat dan dihadiri panitia, tokoh adat, serta perwakilan masyarakat adat setempat.

Imam adat saat pada upacara ritual Nabok Panyugu. (Foto : Apolo/Spektroom)

Ketua Panitia Naik Dango ke-41 Kabupaten Kubu Raya, Lorensius, menegaskan bahwa ritual tersebut memiliki makna spiritual yang mendalam dan tidak bisa dilepaskan dari rangkaian Naik Dango.

“Kegiatan hari ini mengawali seluruh pelaksanaan Naik Dango ke-41 di Kabupaten Kubu Raya. Ritual Nabok Panyugu (mengunjungi tempat sakral) dilakukan untuk memohon izin kepada Jubata, Panampa Pajaji, Penguasa Alam Semesta, sekaligus memohon keselamatan dan perlindungan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, sukses, dan penuh kedamaian,” ujar Lorensius.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, ritual Nabok Panyugu mengandung lima unsur adat yang menjadi simbol keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Unsur-unsur tersebut diwujudkan melalui doa, mantra adat, serta persembahan yang telah ditentukan secara turun-temurun.

Berbagai perlengkapan ritual turut disiapkan dalam prosesi tersebut, di antaranya ayam, padi, tumpi poe, beras pulut, beras biasa, baras banyu, beras kuning, telur, serta perlengkapan adat lainnya. Seluruh sarana ritual memiliki makna simbolik sebagai ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus harapan akan keberkahan dan keharmonisan hidup.

Pelaksanaan ritual berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Masyarakat adat tampak mengikuti setiap tahapan prosesi dengan tertib, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur yang masih dijaga hingga kini.

Naik Dango sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Dayak sebagai ungkapan syukur atas hasil pertanian, khususnya padi, sekaligus sarana mempererat persaudaraan antarwilayah dan generasi.

Pada perayaan ke-41 ini, Naik Dango diharapkan tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga media edukasi dan promosi kearifan lokal Kalimantan Barat kepada masyarakat luas.

Dengan telah dilaksanakannya ritual Nabok Panyugu, seluruh rangkaian kegiatan Naik Dango ke-41 Kabupaten Kubu Raya secara adat dinyatakan siap untuk dilanjutkan hingga puncak perayaan.

Berita terkait