Rotary Club Solo Kartini Siap Dukung Daycare di Lingkungan Pemkot Solo

Rotary Club Solo Kartini Siap Dukung Daycare di Lingkungan Pemkot Solo
Febri Hapsari Dipokusumo, pengurus Rotary Club Solo Kartini. (Foto: Ciptati/Spektroom)

Surakarta-Spektroom : Rotary Club Solo Kartini menyatakan kesiapan mendukung pendirian fasilitas daycare atau tempat penitipan anak dilingkungan Pemerintah Kota Surakarta sebagai upaya membantu perempuan bekerja sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara lebih sehat dan aman.

Tokoh perempuan Kota Solo yang juga pengurus Rotary Club Solo Kartini, Febri Hapsari Dipokusumo, mengatakan pihaknya bahkan telah berdiskusi dengan Wakil Wali Kota Surakarta dan dinas terkait jauh sebelum mencuatnya kasus daycare di Yogyakarta.

“Dari Rotary Club area Solo kami sudah berdiskusi dengan Wakil Wali Kota dan dinas terkait untuk mendukung kehadiran daycare di area Balaikota Solo,” ungkap Febri kepada Spektroom, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, keberadaan daycare di lingkungan kerja saat ini menjadi kebutuhan penting, terutama bagi perempuan yang harus membagi peran antara bekerja dan mengasuh anak.

Karena itu, Febri menilai instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, hingga kawasan industri sebaiknya mulai menyediakan fasilitas daycare di area kerja masing-masing.

“Kalau kita ingin menciptakan anak-anak Indonesia yang berkualitas, maka daycare harus hadir di tempat ibu bekerja. Setelah cuti melahirkan selesai, ibu tetap membutuhkan kedekatan dengan anak, termasuk untuk menyusui dan memantau tumbuh kembangnya,” ujarnya.

Ia menyebut selama ini banyak perusahaan sudah menyediakan ruang laktasi, namun menurutnya hal tersebut belum cukup tanpa adanya daycare yang memadai.

“Anak dan ibu harus tetap dekat. Ibu harus tahu tumbuh kembang anaknya secara sehat dan aman,” katanya.

Menurut Febri, keberadaan daycare di lingkungan kantor juga akan mempermudah pengawasan dan kontrol terhadap kualitas pengasuhan anak. Karena itu, tenaga pengasuh dan perawat anak harus dipilih secara profesional dan tidak sekadar dianggap sebagai pekerjaan biasa.

“Pengasuh daycare bukan hanya sekadar bisa membuat susu atau mengganti popok. Mereka harus punya kepedulian, memahami perkembangan anak, dan mampu memberikan rasa aman,” tegasnya.

Rotary Club Solo Kartini sendiri, lanjut Febri, siap membantu sarana dan prasarana pendukung daycare di lingkungan Pemkot Solo, mulai dari alat bermain anak, meja kursi, tempat tidur, hingga perlengkapan edukasi.

“Kami siap membantu sarana prasarana daycare. Nanti bisa berkolaborasi juga dengan Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Ditambahkan, keberadaan daycare juga dapat membuka peluang kerja baru bagi tenaga pengasuh dan perawat anak yang memiliki kompetensi khusus di bidang tumbuh kembang anak.

Selain mendukung fasilitas daycare, Febri yang juga Ketua Forum Perempuan Berdaya Surakarta berharap ke depan terdapat program parenting maupun pendampingan psikologis bagi ibu muda agar lebih siap menjalani peran sebagai ibu bekerja.

“Ibu-ibu muda juga perlu dikuatkan mentalnya. Jadi bukan hanya anak yang diperhatikan, tetapi ibunya juga perlu mendapatkan dukungan,” pungkasnya. (Ciptati Handayani)

Berita terkait

Akademisi UMP Soroti Penahanan Wartawan Indonesia di Misi Global Sumud Flotilla 2.0

Akademisi UMP Soroti Penahanan Wartawan Indonesia di Misi Global Sumud Flotilla 2.0

Palangka Raya-Spektroom : Akademisi Ilmu Komunikasi FISIPADKOM Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Srie Rosmilawati, M.I.Kom menilai tindakan pencegatan dan penahanan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 oleh militer Israel merupakan persoalan serius yang menyentuh aspek kemanusiaan, kebebasan pers, dan hak publik memperoleh informasi objektif dari wilayah konflik. Menurutnya, kehadiran tiga

Polin, Rafles
Aturan PUPR Jadi Kendala, Pemkab Agam Kaji Ulang Proyek Flyover Padang Luar.

Aturan PUPR Jadi Kendala, Pemkab Agam Kaji Ulang Proyek Flyover Padang Luar.

Agam-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tengah melakukan kajian mendalam terkait keberlanjutan proyek pembangunan jalan layang (flyover) di kawasan Pasar Padang Luar. Kajian itu dilakukan setelah muncul aturan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang melarang adanya aktivitas publik di bawah struktur flyover. Bupati Agam, Benni Warlis, mengatakan

Wiza Andrita, Rafles