Rumah Rakyat Jateng Bertambah Fungsi Sebagai Pelayanan Adminduk

Rumah Rakyat Jateng Bertambah Fungsi Sebagai Pelayanan Adminduk
Pelayanan administrasi kependudukan di Rumah Rakyat rutin setiap Selasa-Rabu pada minggu pertama setiap bulan.(Foto:Humas/Sigit)

Semarang-Spektroom : Kantor Gubernur Jawa Tengah yang dijadikan sebagai Rumah Rakyat bukan sekadar sebagai tempat penyampai aspirasi berbagai persoalan masyarakat, tapi juga diperluas fungsinya sebagai tempat pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk).

Melalui layanan itu, para warga Jateng dari berbagai daerah bisa mengurus berbagai dokumen kependudukan secara lebih mudah, cepat, bahkan lintas domisili.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi tersebut, sekaligus menyapa sejumlah warga yang memanfaatkan layanan itu pada Rabu (8/7/2026).

“Rumah Rakyat menjadi ruang pelayanan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, termasuk kebutuhan administrasi kependudukan,” kata Luthfi.

Menurutnya, pelayanan publik di Rumah Rakyat akan terus dikembangkan, agar semakin memudahkan masyarakat memperoleh layanan pemerintah.

“Berbagai permasalahan masyarakat kita layani di sini, termasuk membuka akses pelayanan KTP. Masyarakat senang datang ke sini, dan ke depan akan terus kita kembangkan,” ujar gubernur.

Pelayanan administrasi kependudukan di Rumah Rakyat telah berjalan selama tiga bulan dan dilaksanakan rutin setiap Selasa-Rabu pada minggu pertama setiap bulan.

Layanan yang diberikan meliputi perekaman KTP elektronik bagi pemula, penggantian KTP rusak atau hilang, pembaruan foto KTP, hingga pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA). Seluruh layanan tersebut dapat diakses masyarakat dari berbagai daerah, yang sedang berada di Semarang.

Kepala Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nur Kholis mengatakan, pelayanan itu dihadirkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh layanan administrasi yang sederhana, tanpa harus kembali ke daerah asal.

Dalam sehari, petugas rata-rata melayani sekitar 150 warga. Tingginya antusiasme masyarakat membuat pemerintah mempertimbangkan penambahan frekuensi pelayanan, bahkan membuka layanan serupa di daerah lain.

“Rencananya kami akan membuka Rumah Rakyat di tempat lain, seperti Surakarta. Namun kami masih melihat perkembangan dan kemampuan (sumber daya manusia) yang ada,” katanya.

Warga asal Kabupaten Kendal, Vita Marisa, mengaku mengetahui layanan tersebut dari Dinas Dukcapil Kabupaten Kendal, saat hendak memperbaiki data tempat lahir pada dokumen kependudukan.

“Lebih cepat mempercepat proses pengurusan administrasi kependudukan juga,” katanya.

Vita berharap pelayanan serupa dapat terus diselenggarakan secara rutin, sehingga masyarakat memiliki alternatif dalam mengurus dokumen kependudukan.

Senada, warga Kota Semarang, Siti Istiani, memanfaatkan layanan tersebut untuk memperbarui foto KTP setelah mengenakan hijab.

Alhamdulillah gratis,” ujarnya.

Siti berharap, pelayanan administrasi kependudukan di Rumah Rakyat terus dilanjutkan, dan semakin memudahkan masyarakat.

Berita terkait

Pemkot Ambon dan Majelis Latupati Siap Bentuk Mahkamah Adat Lewat Koordinasi dengan Kementerian Hukum

Pemkot Ambon dan Majelis Latupati Siap Bentuk Mahkamah Adat Lewat Koordinasi dengan Kementerian Hukum

Jakarta-Sprktroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Majelis Latupati Kota Ambon terus mematangkan rencana pembentukan Mahkamah Adat sebagai lembaga penyelesaian sengketa di negeri-negeri adat. Upaya tersebut kini memasuki tahap koordinasi dengan Kementerian Hukum untuk memperkuat dasar hukum dan pengakuan terhadap sistem peradilan adat di Maluku. Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, Reza

Eva Moenandar, Bian Pamungkas
Yayasan Kolase gelar Klinik Jurnalistik dan Kolase Jurnalis Camp (KJC) 2026

Yayasan Kolase gelar Klinik Jurnalistik dan Kolase Jurnalis Camp (KJC) 2026

Pontianak,Spektroom — Yayasan Kolase bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil dan komunitas lingkungan menggelar Klinik Jurnalistik dan Kolase Jurnalis Camp (KJC) 2026 menandai peringatan Hari Mangrove Internasional, sebagai upaya mendorong lahirnya karya jurnalistik yang lebih konstruktif dalam mengangkat isu lingkungan, khususnya ekosistem mangrove di Kalimantan Barat. Program digelar dalam rangka Hari

Apolonius Welly, Bian Pamungkas