Rumah Sakit Hewan Banyuwangi Dilengkapi Layanan Khusus Penyakit Dalam dan Bedah Hewan

Rumah Sakit Hewan Banyuwangi Dilengkapi Layanan Khusus Penyakit Dalam dan Bedah Hewan
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau pelayanan hewan usai meresmikan Unit Layanan Khusus Penyakit Dalam dan Bedah di RSH Banyuwangi. (Foto: Diskominfo Banyuwangi).

Banyuwangi-Spektroom : Rumah Sakit Hewan (RSH) Banyuwangi  kini dilengkapi unit layanan khusus penyakit dalam dan bedah hewan, kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi dengan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga.

Kehadiran Unit layanan tersebut melengkapi layanan kesehatan hewan yang sebelumnya telah tersedia, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap penanganan kesehatan hewan yang lebih spesifik.

Terdapat lima bidang yang dapat ditangani di unit tersebut, yakni penyakit dalam, bedah, reproduksi, nutrisi, dan patologi anatomi. Layanan ini didukung sejumlah peralatan pemeriksaan, di antaranya hematology analyzer, pemeriksaan kimia darah, ultrasonografi (USG), X-Ray, pemeriksaan histopatologi, serta pemeriksaan parasit.

Layanan tersebut juga akan diperkuat dengan kehadiran dokter hewan yang memiliki keahlian di berbagai bidang.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemkab meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan hewan sekaligus memperkuat keberadaan RSH Banyuwangi sebagai fasilitas kesehatan hewan rujukan.

"Unit tambahan ini melengkapi layanan kesehatan yang sebelumnya sudah ada di RSH Banyuwangi," kata Ipuk saat meresmikan Unit Layanan Khusus Penyakit Dalam dan Bedah, dalam rangkaian Peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190, Kamis (24/9/2026). 

Menurut Ipuk, keberadaan unit layanan ini sangat bermanfaat bagi Banyuwangi mengingat Banyuwangi dikelilingi tiga taman nasional yang dihubi oleh aneka fauna. 

“Ini akan menunjang kinerja BKSDA dan teman-teman taman nasional terkait penanganan fauna. Kalau terjadi kasus terhadap hewan tertentu harapan kami akan memudahkan dan mempercepat penanganannya,” kata Ipuk.  

Dekan FIKKIA Universitas Airlangga Dr. Rahadian Indarto Susilo, Sp.BS (K) mengatakan, unit layanan penyakit dalam dan bedah hewan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan hewan secara lebih spesifik.

"Salah satu contohnya, unit ini bisa melayani operasi melahirkan bagi hewan yang tidak bisa melahirkan secara normal. Lalu ada juga operasi tumor atau patah tulang," ujarnya.

Ia menjelaskan, unit layanan tersebut akan didukung setidaknya 10 dokter hewan sesuai bidang keahliannya masing-masing. Di antaranya dokter hewan dengan keahlian bedah dan penyakit dalam veteriner, reproduksi veteriner, nutrisi veteriner, patologi anatomi veteriner, parasitologi veteriner, serta kesehatan masyarakat veteriner.

Rangkaian peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan di Banyuwangi juga diisi dengan berbagai layanan gratis bagi hewan peliharaan. Di antaranya pemeriksaan kesehatan, pemberian vaksin, vitamin, dan obat cacing untuk kucing dan anjing yang dikemas dalam Gerakan Obat Cacing untuk Kucing dan Anjing Terpadu dan Vaksinasi Rabies (GOCAT+R).

Dalam kegiatan tersebut, disiapkan 400 dosis vaksin rabies. Sebanyak 250 dosis diberikan untuk layanan di RSH Banyuwangi, sedangkan sisanya didistribusikan ke empat Puskeswan yang ditunjuk, yakni di Blimbingsari, Gambiran, Genteng, dan Tegaldlimo. (Diskominfo Banyuwangi)

Berita terkait

Kanwil BPN Papua Dorong Pemetaan & Sertifikasi Tanah Masyarakat Adat

Kanwil BPN Papua Dorong Pemetaan & Sertifikasi Tanah Masyarakat Adat

Jayapura-Spektroom : Pihak Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Papua mendorong pemetaan dan sertifikasi tanah masyarakat adat, untuk memberikan kepastian atas kepemilikan tanah sebelum dimanfaatkan untuk berbagai program pembangunan. Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Papua, Roy Wayoi, mengatakan pemetaan tanah masyarakat dapat dilanjutkan dengan proses sertifikasi. Legalitas tersebut memungkinkan program pemerintah

Anthonius Teniwut, Julianto