Rusun Subsidi Meikarta Ditargetkan Dapat Dilakukan Akad Jual-Beli Akhir Tahun ini
Jakarta - Spektroom : Rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta, Cikarang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Rusun tersebut ditargetkan sudah bisa dilakukan akad jual-beli akhir tahun ini setelah progres pembangunan setidaknya mencapai 20 persen.
"Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah bisa dilakukan akad. Secara bertahap ada 141.000 unit yang disiapkan di Meikarta," kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) di Jakarta,Jumat (24/7/2026).
Ara menyebutkan terdapat tiga jenis unit yang ditawarkan kepada pembeli, yakni isi satu hingga tiga kamar. Adapun luas unit bisa 25 sampai 45 meter persegi. Rusun itu dibangun secara bertahap di tiga lokasi. Lokasinya pun berada di atas lahan hibah dari perusahaan swasta untuk negara."Kita sudah melewati tahap hibah dari Meikarta kepada negara. Sekarang prosesnya ada di DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara)," ucapnya
Sementera itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati menjelaskan skema pembiayaan rusun Meikarta menggunakan sistem kredit inden dan menjadi yang pertama. Sesuai aturan soal rusun subsidi, progres bangunan harus sudah mencapai 20 persen untuk bisa dijual."Sekarang kita sudah buka ada namanya kredit inden. Jadi syaratnya keterbangunan 20%, itu sudah bisa dilakukan PPJB atau akad," ucapnya.
Skema ini dinilai lebih disukai oleh pengembang karena meringankan cash flow. Dengan begitu, para pengembang pun bakal lebih tertarik untuk membangun rusun subsidi.Seperti diketahui pemerintah mendapatkan hibah lahan seluas 30 hektare di kawasan Meikarta, Cikarang, Jawa Barat dari PT Lippo Cikarang (Persero) Tbk. Lahan tersebut akan digunakan untuk membangun rusun sebanyak 141 ribu unit.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengatakan, Lippo sudah menandatangani komitmen hibah lahan kepada negara. Selanjutnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengurus perihal status tanah. "Moga-moga kurang dari satu bulan sudah selesa," kata Menteri ATR/BPN Nusron Wahid
Di sisi lain, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani meyakini pembangunan rusun di lahan tersebut akan berdampak sangat signifikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebanyak 141 ribu unit rusun akan dibangun di atas lahan 30 hektare."Diperkirakan dari tanah 30 hektare ini akan dibangun kurang lebih 141 ribu unit itu keluarga." ujar Rosan