Ruzhanul ulum Tekankan Pada Tiga Kunci Kebangkitan PPP di Depok, Iman, Akhlak dan Amal

Ruzhanul ulum Tekankan Pada Tiga Kunci Kebangkitan PPP di Depok, Iman, Akhlak dan Amal
Ketua DPW PPP Jawa Barat Haji Uu Ruzhanul ulum pada Acara Pelantikan Ketua DPC PPP Kota Depok. (foto Dokumentasi DWP PPP)

Depok - Spektroom: Suasana politik Kota Depok diwarnai pesan keagamaan dan refleksi organisasi saat Ketua DPD PPP Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, menghadiri pelantikan Ketua DPC PPP Kota Depok, H. Mazhab, di kawasan Sawangan, Minggu (6/9/2026).

Dalam orasinya, H. Uu tidak hanya berbicara mengenai konsolidasi partai, tetapi juga mengingatkan para kader PPP agar menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam menjalankan amanah politik.

Ruzhanul Ulum bahkan mengajak seluruh kader melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan PPP, terutama setelah perolehan suara dan kursi legislatif partai tersebut terus mengalami penurunan.

H. Uu menyampaikan apresiasi atas kehadiran sejumlah pimpinan dan tokoh partai politik di Kota Depok. Di antaranya perwakilan PKS, Demokrat, PDIP, Golkar dan PKB.

“Terima kasih atas kehadiran bapak-bapak sebagai insan-insan politik di Kota Depok,” ujar H. Uu dalam sambutannya.

Menurutnya, pelantikan pengurus partai bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Khusus kepada H. Mazhab yang kembali dipercaya memimpin DPC PPP Kota Depok, H. Uu memberikan apresiasi atas perjalanan politiknya. Ia menyebut Mazhab telah berkali-kali dilantik dan selama tujuh periode menjadi anggota DPRD.

“Mudah-mudahan yang ke-10 nanti menjadi eksekutif yang dilantik oleh gubernur,” katanya.

Tegaskan Kader Harus Selaras dengan Pemerintah

Pada kesempatan tersebut, H. Uu juga menegaskan pentingnya hubungan yang harmonis antara struktur partai dengan pemerintahan dan lembaga legislatif.

Dirinya meminta DPC PPP Kota Depok tetap berjalan selaras dengan program pemerintah, namun tetap menjalankan fungsi pengawasan secara proporsional.

H. Uu bahkan mengingatkan agar kader PPP yang duduk di legislatif maupun eksekutif tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan organisasi.

“Kalau ada yang nakal di eksekutif maupun legislatif, beritahu kami. Insyaallah akan kami berikan teguran,” tegasnya.

H. UU juga mengatakan, persoalan hubungan antara partai dan eksekutif menjadi perhatian penting karena dinamika politik di sejumlah daerah terkadang dapat memengaruhi hubungan kelembagaan.

Menurut H. Uu, keputusan politik dan organisasi harus tetap mempertimbangkan harmonisasi pemerintahan serta kepentingan masyarakat.

Bagian paling reflektif dari orasi H. Uu adalah ketika ia menyinggung perjalanan elektoral PPP yang terus mengalami kemunduran.

Dirinya mempertanyakan mengapa PPP yang secara historis lahir dari aspirasi para ulama dan memiliki simbol Ka'bah justru semakin ditinggalkan pemilih, termasuk di Jawa Barat yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

“Kenapa PPP dari tahun ke tahun, dari pemilu ke pemilu bukannya meningkat, tetapi malah habis?” ujarnya.

H. Uu menyebut kondisi tersebut harus menjadi bahan introspeksi seluruh kader. Menurutnya, partai tidak bisa terus menyalahkan masyarakat karena tidak memilih PPP.

Berita terkait

Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Padang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat upaya perlindungan anak melalui pengembangan mekanisme rujukan terpadu bagi Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (AMPK), termasuk anak yang terdampak atau terpapar jaringan kekerasan ekstremisme. Penguatan tersebut dibahas Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Deputi Deradikalisasi BNPT sekaligus Direktur Idensos Densus 88 AT, Irjen

Rafles