Saat Gol Argentina Menghidupkan Harapan dan Menggerakkan UMKM

Saat Gol Argentina Menghidupkan Harapan dan Menggerakkan UMKM
Mendekati akhir laga piala dunia pengemar sepak bola di Ternate semakin memadati Benteng oranye. (Foto : Samin Hamudu).

Ternate- Spektroom : Dini hari belum benar-benar usai ketika ribuan pasang mata terpaku pada layar raksasa di Kampung Piala Dunia Benteng Oranje, Ternate.

Meski pertandingan berlangsung ribuan kilometer jauhnya di Amerika Serikat, atmosfer semifinal Piala Dunia 2026 terasa begitu dekat. Sorak-sorai, tepuk tangan, hingga desah kecewa menyatu dalam satu ruang yang dipenuhi pecinta sepak bola.

Malam itu, setelah Spanyol memastikan tiket final usai menundukkan Prancis 2-0, perhatian beralih ke laga klasik Argentina melawan Inggris.

Pertandingan yang sarat gengsi itu membuat kawasan nobar dipadati warga dari berbagai kalangan. Mayoritas datang dengan balutan jersey biru-putih dan bendera Argentina yang berkibar di antara kerumunan.

Ketegangan memuncak saat Inggris lebih dulu unggul 1-0. Wajah-wajah yang semula penuh optimisme berubah cemas. Waktu terus berjalan, sementara harapan pendukung Argentina perlahan menipis.

0:00
/1:10

Pendukung Argentina histeris, Bendera Argentina berkibar sambut kemenangan. (Foto : Samin Hamudu).

Hingga menit ke-85, sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti mengubah suasana. Gol penyeimbang membuat ribuan penonton serentak melompat, berteriak, dan saling berpelukan.

Belum sempat euforia mereda, Argentina kembali menghukum Inggris pada masa injury time. Berawal dari umpan matang sang kapten, Lionel Messi, sundulan rekan setimnya membawa Argentina berbalik unggul 2-1.

Seketika kawasan Benteng Oranje bergemuruh. Bendera Argentina berkibar, nyanyian kemenangan menggema, dan pawai spontan mewarnai jalanan Ternate sebelum akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib.

Namun, Kampung Piala Dunia Ternate bukan hanya menghadirkan hiburan bagi pecinta sepak bola.

Di balik riuh rendah dukungan, roda ekonomi masyarakat ikut berputar. Puluhan pelaku usaha mikro memanfaatkan ramainya penonton dengan menjajakan makanan ringan, minuman, hingga aneka camilan.

Salah satunya adalah Chaca, pedagang makanan siap saji dan air mineral. Baginya, ajang nobar bukan sekadar kesempatan menyaksikan pertandingan bergengsi, tetapi juga menjadi sumber tambahan penghasilan.

"Saya merasa senang karena selain bisa berjualan, saya juga bisa ikut nobar. Secara tidak langsung kegiatan ini membuat ekonomi UMKM ikut tumbuh," katanya sambil tersenyum dan mengibarkan bendera Argentina.

Hal senada diakui pedagang lainnya Markus yang mengaku pada nobar kali ini dagangannya laku keras, hingga meraup keuntungan lebih dari 2 kali lipat.

" Lumayan dapur masih bisa ngebul bang" ujar Markus.

Kini, perhatian warga Ternate beralih ke partai puncak. Final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina dipastikan kembali menyedot ribuan penonton.

Bagi para pedagang kecil, pertandingan itu bukan hanya soal siapa yang mengangkat trofi Piala Dunia 2026, tetapi juga harapan akan semakin ramainya pembeli yang datang, membuktikan bahwa sepak bola mampu menyatukan semangat olahraga sekaligus menggerakkan denyut ekonomi rakyat.

Berita terkait

Hari ini Gubernur Mirza Hadiri Panen Raya Padi di Lamteng, Wagub Jihan Salurkan Bantuan Pangan di Pringsewu & Sekda Marindo Hadiri Rapur DPRD

Hari ini Gubernur Mirza Hadiri Panen Raya Padi di Lamteng, Wagub Jihan Salurkan Bantuan Pangan di Pringsewu & Sekda Marindo Hadiri Rapur DPRD

Bandar Lampung - Spektroom: Menjadi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan pagi ini, Jum'at 17 Juli 2026 pukul 7.30 WIB  menjadi Inspektur Upacara Bulanan diLingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, dalam rangka Memperingati Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026. Upacara berlangsung di Lapangan Korpri, Kantor Pemerintah  Provinsi Lampung di

Anggoro AP
Untuk Masa Depan Anak Kalteng, Biro Kesra Serukan Perlindungan dan Perang terhadap Narkoba

Untuk Masa Depan Anak Kalteng, Biro Kesra Serukan Perlindungan dan Perang terhadap Narkoba

Palangka Raya-Spektroom : Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sementara setiap perempuan berhak menjalani kehidupan yang terbebas dari kekerasan. Berangkat dari semangat melindungi masa depan generasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus memerangi

Polin, Julianto