Untuk Masa Depan Anak Kalteng, Biro Kesra Serukan Perlindungan dan Perang terhadap Narkoba

Untuk Masa Depan Anak Kalteng, Biro Kesra Serukan Perlindungan dan Perang terhadap Narkoba
Rapat Koordinasi Pengembangan Kesejahteraan Rakyat di kantor Gubernur Kalteng. (Foto: Katherin/dok)

Palangka Raya-Spektroom : Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sementara setiap perempuan berhak menjalani kehidupan yang terbebas dari kekerasan. Berangkat dari semangat melindungi masa depan generasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus memerangi penyalahgunaan narkoba yang kian mengancam generasi muda.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Biro Kesra Setda Kalimantan Tengah, Rus'ansyah, usai menghadiri Pembukaan Rapat Koordinasi Pengembangan Kesejahteraan Rakyat Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan subtema "Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak" Tahun 2026 di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Kamis (16/7/2026).

Rus'ansyah mengatakan perempuan dan anak merupakan aset bangsa yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan daerah maupun negara. Karena itu, perlindungan terhadap hak, keamanan, dan kesejahteraan mereka harus menjadi tanggung jawab bersama.

"Kami atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Biro Kesra menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah menginisiasi kegiatan ini. Kita berharap rapat koordinasi ini betul-betul membuahkan hasil dan melahirkan rekomendasi konkret terkait bagaimana agar perempuan dan anak-anak ini betul-betul diperhatikan," ujarnya.

Menurutnya, rapat koordinasi tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi harus menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat diterapkan di tengah masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga berbagai organisasi menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.

Selain membahas pencegahan kekerasan, Rus'ansyah juga menaruh perhatian besar terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda. Ia menegaskan bahwa narkoba bukan hanya persoalan hukum, melainkan ancaman serius bagi ketahanan keluarga dan pembangunan sumber daya manusia.

"Itu yang perlu kita jaga, kita hindari, dan kita upayakan bagaimana agar anak-anak kita, generasi kita, tidak terlibat atau terkontaminasi terhadap peredaran narkoba. Narkoba ini musuh kita bersama," tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat langkah preventif melalui edukasi, pengawasan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, perlindungan terhadap perempuan dan anak serta pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan Kalimantan Tengah yang aman, sehat, dan sejahtera bagi generasi mendatang. (Polin-Katherin)

Berita terkait