Trending

Saat Lengger Menyatukan Baturaden dan Belgia

Saat Lengger Menyatukan Baturaden dan Belgia
Anggota DPR-RI Siti Nurbadillah kena sampur didaulat ikut menari bersama Lengger Bule (Foto : Bian Pamungkas).

Baturaden-Spektroom : Perayaan Grebeg Suran di Lokawisata Baturaden Minggu pagi (12/7/2026) semula berjalan seperti perayaan Grebeg Suran pada umumnya.

Irama calung dan gamelan mengalun, penari Lengger bersiap tampil, sementara wisatawan memenuhi kawasan wisata yang dihiasi umbul-umbul dan penjor.

Namun, beberapa saat kemudian, perhatian pengunjung mendadak tertuju pada sosok-sosok berwajah cantik Eropa yang tampil percaya diri di tengah arena.

Sembilan pelajar dan tiga guru dari Sekolah Maricolen, Brugge, Belgia, muncul mengenakan busana lengkap penari Lengger Banyumasan.

Dengan gerak yang luwes, mereka mengikuti alunan musik tradisional, mengundang tepuk tangan dan senyum kagum para pengunjung.
Pemandangan itu menjadi bukti bahwa bahasa budaya mampu melampaui batas negara.

Koordinator Yayasan Tileng Belanda (Stichting Tileng) untuk Indonesia, Tekad Santoso, menjelaskan kedatangan rombongan tersebut bukan sekadar berwisata. Mereka datang sebagai relawan sosial yang setiap musim panas berkunjung ke Indonesia untuk membantu berbagai kegiatan kemasyarakatan sekaligus mempelajari budaya lokal.

Di Banyumas, para pelajar Belgia itu tengah melakukan pengecatan SD Negeri 2 Kemutug Lor, Baturraden. Di sela kegiatan sosial tersebut, mereka diajak mengenal kesenian Banyumas.

Ketika ditawari ikut menari Lengger dalam Grebeg Suran, mereka langsung menyambut antusias.
Meski harus bangun sejak pukul empat pagi untuk menjalani proses rias wajah yang cukup lama, tak satu pun mengeluh.

Mereka bahkan rela menanggung sendiri biaya rias demi merasakan pengalaman menjadi penari Lengger. Tanpa waktu latihan yang memadai, semangat mereka justru menjadi daya tarik tersendiri.

Penari Lengger bule rela wajah yang cantik tersengat sinar Matahari, demi menunjukkan kebolehannya menari. (Foto : Bian Pamungkas)

Mieke, salah satu penari mengaku terpesona dengan kekayaan budaya Banyumas. Menurutnya, Lengger memiliki energi, ekspresi, dan kehangatan yang membuat siapa pun ingin ikut menari. Sebelumnya mereka juga menikmati pertunjukan wayang dan berbagai kesenian tradisional selama berada di Banyumas.

Di antara kerumunan penonton, Endang, warga Banyumas, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya.

"Waduh, orang luar negeri saja mau belajar tari Lengger. Masa orang kita tidak mau belajar. Jangan-jangan nanti kita malah belajar Lengger ke luar negeri," ujarnya sambil tertawa dalam logat Banyumasan yang kental.

Ucapan sederhana itu seolah menjadi pengingat bahwa warisan budaya akan tetap hidup apabila terus dicintai oleh pemiliknya.

Suasana semakin semarak ketika anggota DPR RI, Siti Nurbadillah, yang mendapat sampur dari salah satu penari asal Belgia, ikut menari bersama di tengah irama khas Banyumas. Baginya, momen tersebut menunjukkan bahwa Lengger tidak lagi hanya menjadi kebanggaan masyarakat Banyumas, tetapi telah menarik perhatian dunia.

Ia berharap kesenian Lengger terus dipromosikan hingga menjadi bagian dari agenda pariwisata nasional, sehingga semakin dikenal luas tanpa kehilangan akar budayanya.

Di Baturaden hari itu, Lengger bukan sekadar sebuah tarian. Ia menjadi jembatan yang mempertemukan dua bangsa, menghapus sekat bahasa, dan mengingatkan bahwa budaya yang dirawat dengan cinta akan selalu menemukan penikmatnya, bahkan dari belahan dunia yang jauh.

Berita terkait

Dari Rempah Lokal Menuju Pangan Fungsional, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Angkat Potensi Antidiabetik Fuli Pala

Dari Rempah Lokal Menuju Pangan Fungsional, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Angkat Potensi Antidiabetik Fuli Pala

Ternate–Spektroom : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Ternate menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar dengan tema “Antidiabetik Fuli Pala dan Potensinya dalam Pengembangan Pangan Fungsional”. Kegiatan berlangsung di Ruang Multifungsi Poltekkes Kemenkes Ternate dengan menghadirkan Dr. Hasbullah, S.TP., M.Sc. sebagai narasumber dan moderator Dr. Fahmi Abdul Hamid, SKM.

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Surabaya Siapkan Yustisi Massal, Pembuang Sampah Liar Terancam Denda Rp3 Juta

Surabaya Siapkan Yustisi Massal, Pembuang Sampah Liar Terancam Denda Rp3 Juta

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan operasi yustisi massal untuk menindak warga maupun pelaku usaha yang masih membuang sampah sembarangan. Penindakan akan dilakukan serentak dengan melibatkan aparat lintas sektor, menyasar 94 titik pembuangan sampah liar yang tersebar di seluruh kecamatan. Langkah tersebut dilakukan menyusul pemberlakuan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor

Bian Pamungkas
Unimal Bandarlampung Mewisuda 1.140 Lulusan Jenjang Pendidikan Diploma, Profesi, Sarjana dan Magister

Unimal Bandarlampung Mewisuda 1.140 Lulusan Jenjang Pendidikan Diploma, Profesi, Sarjana dan Magister

Bandarlampung - Spektroom : Universitas Malahayati (Unimal) Bandarlampung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Prosesi Wisuda Periode ke-41 Tahun 2026, dalam Rapat Senat Terbuka, berlangsung di Graha Bintang, Sabtu (7/11/2026). Wisuda ini menjadi momentum penting bagi Universitas Malahayati dalam melepas para lulusan yang telah

Anggoro AP