Saat Ternate Ikut Bergemuruh Menyambut Piala Dunia
Ternate-Spektroom: Ribuan kilometer memisahkan Kota Ternate dari stadion tempat berlangsungnya Piala Dunia 2026 di Texas, Amerika Serikat. Indonesia pun belum menjadi bagian dari pesta sepak bola terbesar di dunia itu. Namun jarak ternyata tak mampu meredam antusiasme warga. Di Kota Ternate, Maluku Utara, euforia Piala Dunia terasa begitu nyata.
Malam itu, kawasan Taman Film Benteng Oranje dipenuhi lautan manusia. Mengenakan jersey berbagai negara, mereka berkumpul dalam satu tujuan, menikmati laga babak 32 besar antara Brazil dan Jepang melalui layar lebar yang disediakan Pemerintah Kota Ternate dalam program Kampung Piala Dunia.
Di antara kerumunan penonton, Ila tampak percaya diri mengenakan atribut kebanggaan Tim Samba. Baginya, menjadi pendukung Brazil bukan sekadar mengikuti tren, tetapi sudah menjadi kecintaan yang tumbuh sejak lama.
"Kalah atau menang itu hal biasa. Yang terpenting kami bisa menikmati pertandingan bersama dan tetap menjunjung tinggi sportivitas," ujarnya sambil tersenyum.
Semangat serupa juga datang dari Aldo, pendukung Jepang. Meski membela tim berbeda, ia mengaku menikmati suasana kebersamaan yang tercipta selama nonton bareng berlangsung.
"Terima kasih kepada Pemerintah Kota Ternate yang telah menyediakan Kampung Piala Dunia. Fasilitasnya nyaman dan membuat kami bisa menikmati pertandingan bersama," katanya.
Ketegangan mulai terasa ketika Jepang lebih dulu memecah kebuntuan pada menit ke-28. Sorak sorai pendukung Samurai Biru menggema memenuhi area nobar. Namun kegembiraan itu tak berlangsung lama. Memasuki babak kedua, Brazil berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-55, mengubah suasana menjadi semakin riuh.
Puncak euforia terjadi di penghujung pertandingan. Gol kedua Brazil disambut ledakan kegembiraan dari para pendukungnya. Peluit panjang wasit menjadi penanda kemenangan Brazil 2-1 sekaligus mengakhiri malam penuh emosi di Benteng Oranje.
Malam itu, Ternate membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan di atas lapangan. Ia menjadi bahasa universal yang menyatukan masyarakat, menghadirkan kegembiraan, persaudaraan, dan sportivitas, meski dimainkan ribuan kilometer dari tempat mereka berdiri.