Salep Gel Berbasis Nano Kitosan untuk Penyembuhan Luka

Chitogel

Salep Gel Berbasis Nano Kitosan untuk Penyembuhan Luka
Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Sistem Nanoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Etik Mardliyati (Foto BRIN)

Tangerang Selatan - Spektroom : Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Sistem Nanoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Etik Mardliyati tengah mengembangkan inovasi gel berbasis nano kitosan bernama Chitogel yang ditujukan untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Produk ini dikembangkan bersama dengan tim dari Pusat Riset Sistem Nanoteknologi, Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM).

Etik menjelaskan riset ini berawal dari pengalamannya pada tahun 2010 yang fokus pada pemanfaatan kitosan, khususnya dalam sistem penghantaran (drug delivery system). Namun ia melihat aplikasi itu membutuhkan proses panjang untuk diimplementasikan. Berangkat dari hal itu muncul sebuah gagasan untuk mengembangkan produk yang lebih sederhana dan aplikatif, yakni untuk perawatan luka.

“Secara teori, kitosan sangat bagus, apalagi jika dibuat dalam bentuk nano. Dia bisa membentuk lapisan pelindung pada luka,” ujar Etik dalam siaran pers yang diterima Spektroom, Sabtu (25/04/2026).

Etik mengatakan konsep penyembuhan luka ini telah bergeser dari metode lama yang mengeringkan luka menjadi pendekatan moist wound healing, yaitu menjaga kelembaban luka agar proses regenerasi jaringan berlangsung lebih optimal tanpa terpapar bakteri. “Kitosan nano ini bekerja dengan melapisi permukaan luka, menjaga kelembaban sekaligus melindungi dari bakteri. Jadi proses penyembuhan bisa lebih cepat dan efektif,” kata Etik.

Etik menjelaskan Chitogel merupakan gel modern yang diformulasikan dari kitosan yang berasal dari limbah cangkang udang. Bahan itu diolah melalui proses kimia hingga menjadi kitosan yang memiliki berbagai manfaat, terutama dalam bidang medis, termasuk penyembuhan luka.

Saat ini, penelitian Chitogel sudah sampai pada tahap pembuktian di laboratorium. Etik menargetkan dalam beberapa bulan ke depan dapat memperoleh data ilmiah yang lebih spesifik terkait efektivitasnya, yakni dengan pengujian wound scratch, yaitu pengujian pada sel kulit (fibroblas) yang dibiakkan di laboratorium untuk melihat kecepatan penutupan luka.

Dalam pengembangan selanjutnya, Etik berharap inovasi ini dapat meningkatkan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT), yang telah dilengkapi dengan data ilmiah yang kuat, serta menarik minat industri untuk proses hilirisasi. “Penelitian awal sudah kami lakukan tahun 2025, dan tahun 2026, fokus pada penguatan data ilmiahnya,” pungkas Etik. (rdt/ed:jml)

Berita terkait

Respons Perubahan Iklim, Bupati Sleman Dukung Pemanfaatan Teknologi RO untuk Ketahanan Air Bersih Warga

Respons Perubahan Iklim, Bupati Sleman Dukung Pemanfaatan Teknologi RO untuk Ketahanan Air Bersih Warga

Sleman–Spektroom : Bupati Sleman, Harda Kiswaya, secara resmi meluncurkan sekaligus menghadiri seremonial serah terima Program Penyediaan Air Bersih Berkelanjutan yang memanfaatkan panen air hujan dan mata air berbasis teknologi Reverse Osmosis (RO), Jumat (19/6/2026). Pemanfaatan teknologi tersebut merupakan program kerjasama PT Hutama Karya Persero dengan Yayasan Anak Bangsa

Fatmawaty, Julianto
Lomba Merpati Kolong Kapolres Cup 2026 Kabupaten Pekalongan

Lomba Merpati Kolong Kapolres Cup 2026 Kabupaten Pekalongan

Pekalongan-Spektroom: Dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-80, digelar Lomba Merpati Kolong Kapolres Cup 2026. Kegiatan berlangsung di Lapak Angkasa, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jumat, 19 Juni 2026. Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi ratusan penghobi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengatakan kegiatan

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Teknologi RO Ubah Air Hujan Jadi Air Layak Minum untuk Warga Gemawang

Teknologi RO Ubah Air Hujan Jadi Air Layak Minum untuk Warga Gemawang

SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman mendukung pemanfaatan teknologi Reverse Osmosis (RO) sebagai solusi penyediaan air bersih berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim. Dukungan tersebut disampaikan Bupati Sleman Harda Kiswaya saat meresmikan dan menghadiri seremoni serah terima Program Penyediaan Air Bersih Berkelanjutan berbasis panen air hujan dan mata air dengan teknologi RO

Fatmawaty, Bian Pamungkas