Salurkan Masker Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Ternate, Kemenag Ingatkan Amanah Menjaga Alam
Ternate–Spektroom : Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah titik di Kota Ternate sejak awal Oktober 2026 mulai dirasakan masyarakat. Kondisi musim kemarau dan kekeringan berkepanjangan membuat vegetasi di kawasan hutan mengering dan lebih mudah terbakar.
Di tengah upaya Pemerintah Kota Ternate bersama berbagai pihak melakukan pemadaman, Kementerian Agama turut mengambil peran dalam membantu melindungi masyarakat yang terdampak paparan asap akibat kebakaran di lokasi Tempat Pembuangan Akhir Buku Deru-Deru.
Melalui Seksi Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, sebanyak 20 kardus masker dibagikan kepada warga di Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat. Masker tersebut disalurkan langsung oleh tim Kankemenag Kota Ternate sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mengurangi paparan asap yang dirasakan masyarakat, Senin (5/10/2026).
Bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama untuk hadir tidak hanya dalam urusan layanan keagamaan, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi kondisi yang membutuhkan kepedulian dan dukungan bersama.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara H. Amar Manaf menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kankemenag Kota Ternate, khususnya Seksi Zakat dan Wakaf, yang telah mengambil langkah nyata membantu masyarakat terdampak. Kementerian Agama hadir, bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan layanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan kepedulian.
Bagi warga Kelurahan Takome, masker yang dibagikan bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang terdampak asap kebakaran. H. Amar manaf, juga menghimbau agar masyarakat selain penanganan dampak, juga turut untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau dan lahan yang kering.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, tidak melakukan pembakaran di lahan yang kering, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi menjadi sumber api.
Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dalam perspektif keagamaan, manusia memiliki amanah untuk merawat bumi dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kerusakan.
“Jangan sampai kelalaian kecil menjadi penyebab kebakaran yang berdampak luas. Mari kita menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia dan sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai agama,” pesannya.