Sambut 1 Muharam, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Warga Jawa Tengah Tangkal Hoaks dan Perkuat Persatuan
Semarang-Spektroom: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama ulama dan santri menggelar doa bersama dan istigasah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi spiritual untuk memohon kesejahteraan masyarakat serta kemajuan Jawa Tengah.
Tokoh ulama Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, mengajak masyarakat memperbanyak doa agar berbagai harapan dan cita-cita dapat dikabulkan Allah SWT. Menurutnya, istigasah dan doa bersama merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, kemakmuran, dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum refleksi guna memperkuat persatuan dan kerukunan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah maupun bangsa.
Luthfi menegaskan pentingnya melakukan verifikasi terhadap setiap informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya. Ia menilai penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi memecah persatuan serta mengganggu suasana kondusif yang selama ini terjaga di Jawa Tengah.
"Provinsi Jawa Tengah hari ini adalah salah satu provinsi yang aman-guliman, tata tentrem kerta raharja. Karena di dalamnya ada napas gotong royong dan tepa selira antara satu dengan yang lain," kata Luthfi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyatakan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi sarana memaknai kembali semangat hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
Menurut Taj Yasin, hijrah merupakan proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera. Semangat tersebut dinilai relevan dengan kondisi Jawa Tengah yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi.
Ia mengajak masyarakat menyambut para investor dan pelaku usaha yang datang ke Jawa Tengah dengan tetap menjaga suasana yang aman, rukun, dan kondusif.
"Kita harus menciptakan iklim yang ramah dan penuh kebersamaan agar investasi berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan pendidikan secara simbolis kepada 100 anak yatim piatu serta 100 paket sembako bagi panti asuhan.
Selain itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerahkan secara simbolis 243 sertifikat tanah wakaf sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas aset-aset keagamaan demi kemaslahatan umat.