Sambut Hari Kontrasepsi Sedunia, BKKBN Maluku Utara Gelar Sosialisasi Target Pelayanan KB Tahun 2026

Sambut Hari Kontrasepsi Sedunia, BKKBN Maluku Utara Gelar Sosialisasi Target Pelayanan KB Tahun 2026
Kegiatan Sosialisasi Target Pelayanan KB sambut Hari Kontrasepsi Sedunia oleh BKKBN Maluku Utara secara daring (Foto:BKKBN Malut)

Sofifi-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, S.Sos., membuka Rapat Sosialisasi Target Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day (WCD) Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (31/8/2026).

Plt. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, menegaskan pentingnya kolaborasi dan komunikasi intensif dengan seluruh mitra kerja, khususnya fasilitas kesehatan (faskes).

Ansar menekankan pentingnya validitas data. Ia meminta Tim Kerja Data dan Informasi untuk memantapkan koordinasi data pelayanan KB bersama OPD KB Kabupaten/Kota dan PKB/PLKB di lapangan.

"Data pelayanan KB dalam rangka momentum WCD ini harus betul-betul valid dan tidak berpotensi menimbulkan data anomali," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ansar juga menginstruksikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mempercepat proses pengadaan Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon), terutama Bahan Non Habis Pakai (BNHP), agar segera didistribusikan ke kabupaten/kota.

"Segera di-dropping ke kabupaten/kota menjelang momentum WCD ini, terutama ke faskes-faskes yang sudah mengalami kekosongan Alokon," tutup Ansar.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Wahyudi, SE., M.Si., selaku narasumber menyampaikan bahwa momentum pelayanan KB dalam rangka WCD ini merupakan momentum ke-4 dan menjadi momentum terakhir di tahun 2026.

"Momentum ini merupakan yang ke-4 kali dan juga yang terakhir pada tahun ini. Untuk itu saya berharap kepada teman-teman semua, mari kita sama-sama sukseskan momentum ini dan meraih target yang kita inginkan bersama," harap Wahyudi.

Wahyudi juga memaparkan capaian pelayanan KB tahun 2026 per kabupaten/kota hingga saat ini untuk Metode KB Pasca Persalinan (KBPP), Kabupaten Halmahera Barat meraih capaian tertinggi dengan 111,05 persen, sementara Kabupaten Halmahera Tengah meraih capaian terendah dengan 26,97 persen.

Untuk Peserta Baru (PB), Kabupaten Halmahera Selatan meraih capaian tertinggi dengan 152,54 persen, sementara Kota Tidore Kepulauan meraih capaian terendah dengan 46,97 persen.

Untuk Kesertaan Ber-KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KBMKJP), Kabupaten Halmahera Barat meraih capaian tertinggi dengan 125,45 persen, sementara Kota Tidore Kepulauan meraih capaian terendah dengan 62,43 persen.

Lebih lanjut, Wahyudi menjelaskan bahwa pelayanan KB dalam rangka WCD Tahun 2026 akan dilaksanakan mulai tanggal 7 September hingga 7 Oktober 2026, sedangkan batas akhir penginputan data akan ditutup pada tanggal 10 Oktober 2026.

"Saya berharap apabila ada faskes yang stok Alokonnya menumpuk, maka segera lakukan distribusi dinamis ke faskes yang membutuhkan," tutupnya.

Berita terkait

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Jakarta - Spektroom: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam pembangunan desa. Hal itu disampaikan Yandri Susanto pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang penyelenggaraan Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk pemberdayaan

Anggoro AP
Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Ambon-Spektroom : Kerja sama Indonesia dan Selandia Baru di sektor energi terbarukan memasuki babak baru. Setelah berjalan sekitar lima tahun dan sempat terganggu pandemi Covid-19, kedua negara kini menyiapkan fase kedua program untuk memperluas akses listrik, memperkuat sumber daya manusia, sekaligus mendorong masyarakat Maluku menjadi pelaku utama pengembangan energi bersih. Komitmen

Eva Moenandar, Julianto