Sampaikan Pesan Gubernur, Pemuda Maluku Diminta Kritis dan Jaga Persatuan

Sampaikan Pesan Gubernur, Pemuda Maluku Diminta Kritis dan Jaga Persatuan
Kegiatan halal bihalal digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku di Hotel Grand Avira, Ambon. (Foto: Eva M/Spektroom)

Ambon-Spektroom: Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, menyampaikan pesan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa agar pemuda tidak mudah terprovokasi serta tetap menjaga nalar kritis dalam menghadapi dinamika sosial.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan halal bihalal yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku di Hotel Grand Avira, Ambon, Jumat (27/03/2026).

Dalam sambutan tertulis gubernur yang dibacakannya, ditegaskan bahwa menjaga nilai, merawat nalar, dan memperkuat kebersamaan merupakan kunci menghadapi tantangan zaman, terutama di tengah arus informasi yang semakin cepat.

“Pemuda harus berpikir kritis, bijak, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” demikian pesan gubernur.
Menurutnya, keberagaman di Maluku harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. Karena itu, pemuda diminta mengambil peran sebagai perekat sosial sekaligus agen perubahan dalam pembangunan daerah.

Gubernur juga menekankan bahwa halal bihalal tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan persatuan di kalangan pemuda lintas latar belakang.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Maluku menyatakan komitmen mendukung kegiatan positif kepemudaan yang berorientasi pada penguatan karakter, peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan generasi muda.

“Sinergi antara pemerintah dan pemuda menjadi kunci untuk mewujudkan Maluku yang maju, adil, dan sejahtera,” lanjutnya.

Sementara itu, panitia kegiatan menegaskan komitmen pemuda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui gagasan yang rasional dan konstruktif, serta menjadi penyalur aspirasi masyarakat.

Pemuda juga diingatkan untuk tidak terjebak pada provokasi maupun kepentingan tertentu yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pembangunan.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta mahasiswa, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam membangun Maluku yang damai dan inklusif. (EM)

Berita terkait