SAPA DISA, Perjalanan Nyaman Menuju Sekolah bagi Anak-Anak Disabilitas
Jakarta - Spektroom: Pagi belum terlalu ramai ketika sebuah bus sekolah berhenti di salah satu titik penjemputan di Jakarta. Seorang peserta didik penyandang disabilitas bersiap memulai perjalanan menuju sekolah.
Bagi sebagian anak, perjalanan ke sekolah mungkin menjadi rutinitas biasa. Namun, bagi peserta didik penyandang disabilitas, perjalanan tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri.
Dari kebutuhan itulah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan mengembangkan SAPA DISA (Sistem Antar Jemput Peserta Didik Disabilitas).
Inovasi layanan Bus Sekolah Ramah Disabilitas ini kini berhasil masuk dalam 10 besar nominasi Jakarta Innovation Award (JIA) 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta.
Program ini menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, gratis, dan aksesibel bagi peserta didik penyandang disabilitas agar mereka dapat berangkat dan pulang sekolah dengan lebih mudah. Layanan tersebut menerapkan pola point-to-point.
Peserta didik dijemput dari rumah atau titik yang telah disepakati bersama orang tua, kemudian diantar menuju sekolah. Setelah kegiatan belajar selesai, bus kembali mengantarkan mereka pulang.
Saat ini, SAPA DISA telah beroperasi secara berkelanjutan dengan melayani sembilan Sekolah Luar Biasa (SLB) dan rata-rata sekitar 150 peserta didik setiap hari. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses pendidikan yang lebih setara bagi seluruh anak di Jakarta.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan masuknya SAPA DISA dalam 10 besar JIA 2026 menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi penyandang disabilitas.
“SAPA DISA lahir dari kebutuhan masyarakat. Ini bukan sekadar menyediakan bus, tetapi memastikan peserta didik penyandang disabilitas memiliki akses mobilitas yang aman dan nyaman untuk bersekolah,” kata Budi, Secara tertulis, Minggu (23/8/2026).
Di dalam bus, berbagai fasilitas disiapkan untuk menjawab kebutuhan para pengguna. Akses yang lebih mudah untuk naik dan turun bus, kursi roda yang dapat terkunci dengan aman, hingga keberadaan petugas pendamping membuat perjalanan menuju sekolah menjadi lebih tenang.
Azka, salah seorang siswa SLB Pembina Tingkat Nasional, merasakan langsung manfaat layanan tersebut. Baginya, bus sekolah bukan hanya alat transportasi, tetapi juga ruang perjalanan bersama teman-teman sebelum memulai hari di sekolah.
“Rasanya senang, petugasnya baik, terus bisa naik bus sekolah bareng teman-teman dan aku jadi enggak telat lagi,” ujar Azka.
Bagi Roro Shanti, orang tua siswi SLB D-DI YPAC Jakarta, kehadiran SAPA DISA juga memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan transportasi sekolah yang sebelumnya harus dipikirkan setiap hari kini menjadi lebih ringan.
“Saya bisa menghemat biaya transportasi sekolah karena sekarang sudah menggunakan bus sekolah gratis,” ungkapnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SLB Pembina Tingkat Nasional, Agus Budiyanto, mengatakan Bus Sekolah membantu peserta didik, terutama mereka yang berdomisili jauh dari sekolah, agar dapat datang lebih cepat dan siap mengikuti kegiatan belajar.
“Dengan adanya layanan bus sekolah, anak-anak yang berdomisili jauh dari sekolah dapat dilayani dan datang lebih cepat ke sekolah,” imbuhnya.
Budi menegaskan, layanan transportasi yang inklusif merupakan upaya memastikan seluruh anak memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal mendapatkan pendidikan karena keterbatasan akses transportasi,” tegasnya.